Dakwah di Era Digital, Konsisten Menebar Kebaikan

  • 18 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Perkembangan teknologi digital saat ini telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan memperoleh informasi. Media sosial kini bukan hanya menjadi ruang untuk berbagi aktivitas sehari-hari, tapi juga menjadi sarana menyampaikan gagasan, pengetahuan, hingga nilai-nilai keagamaan.

Kalau dahulu dakwah identic dengan pengajian di masjid, majelis, atau ceramah di podium, kini dakwah dapat disampaikan melalui video singkat, podcast, live streaming, hingga konten visual yang menarik. Melalui sebuah unggahan saja, pesan kebaikan dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat.

Humas Dewan Dakwah Kota Banda Aceh, Radja Fadlul Arabi, M.Hum, mengatakan bahwa jika generasi muda tidak aktif menyebarkan narasi kebaikan, makar uang digital akan didominasi oleh hoax dan konten negatif. “ Jikalau kita tidak menyebarkan kebaikan, ya tentu kejahatan saja yang akan muncul. Jadi, kita tidak akan tau mana berita hoax dan mana yang bukan,” ujarnya dalam dialog “Spirit Berdakwah di Media Sosial” bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Jumat, 26 Juni 2026.

Berdakwah di media sosial bukan sekadar memindahkan ceramah ke dalam bentuk digital. Beberapa aspek yang harus diperhatikan, meliputi:

  • Pentingnya Konsistensi dan Istirahat. Untuk mencapai kesuksesan dalam berkarya dalam dunia konten, konsistensi memegang kunci. Tanpa konsistensi, karya kamu akan sulit dikenali dan disebarluaskan oleh algoritma karena tidak memiliki waktu upload yang rutin. Dalam berkarya, semangat memang bisa naik turun ya. Nah, saat menghadapi bad mood, atau kekosongan ide, creator disarankan sejenak guna mencari inspirasi baru, bukan berhenti berkarya.
  • Fenomena Potongan Video (Clipper). Format video pendek kini sangat diminati. Tapi, pemotongan video yang tidak utuh atau diluar konteks akan berpotensi salah paham. Creator harus lebih cermat dalam memilih potongan video agar pesan utama tetap utuh tersampaikan.
  • Menanggapi Respon Negatif. Kritik maupun komentar negatif dari haters tidak dijadikan sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi diri agar kualitas konten makin membaik.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....