Menangkal Clickbait dan Hate Speech dengan Budaya Literasi

  • 15 Agt 2026 09:37 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Literasi merupakan kemampuan untuk membaca, menulis, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi. Saat ini, makna literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi mencakup berbagai keterampilan yang membantu seseorang berpikir kritis, mengambil keputusan, dan berpartisipasi dalam masyarakat.

Duta siswa Peduli Sosial Aceh 2025, Ghina Dhia Salsabila Sani, mengatakan bahwa banyak masalah sosial sekarang karena kurangnya literasi. “Masalah di media sosial saat ini kebanyakan disebabkan oleh rendahnya literasi. Banyak masyarakat mudah terkena clickbait dan hanya melihat gambar atau video tanpa membaca caption,” ujarnya dalam dialog “Literasi Jadi Solusi Sosial Dengan Baca Situasi Dan Aksi Berbagi” bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Jumat, 19 Juni 2026.

Kurangnya literasi ini membuat misleading, menyulut emosi dan hate speech. Padahal, literasi merupakan fondasi utama untuk membaca situasi dan menggerakkan empati sosial sehingga dapat mengambil langkah nyata.

Menumbukan literasi ini tentunya tidak terjadi secara instan. Mulai dari minat baca dan rasa empati harus dibiasakan sejak kecil. Di era digital, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak menyaring konten di media sosial. Media sosial harusnya menjadi alat yang kita manfaatkan secara bijak. Karena itu, kitalah yang harus mengendalikan media sosial, bukan justru dikendalikan olehnya.

Kemudian, di lingkungan sekolah, pembiasaan membaca, menulis, serta aksi sosial kecil, seperti gotong royong dan menggalang kepedulian antar sesama. Ini bisa menjadi pijakan penting pembentukan karakter anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang peka dan terbiasa mencari informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....