Zikir dan Takwa Menjadi Jalan Menenangkan Hati

  • 11 Agt 2026 14:36 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Zikir, doa, tawakal, dan ketakwaan kepada Allah SWT menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan hati serta menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Tgk. Rusli, S.H.I., M.Ag., dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat 7 Agustus 2026, mengatakan ketenangan hati sangat berkaitan dengan kondisi keimanan seseorang. Hati yang lebih banyak dipenuhi keinginan duniawi dan jauh dari Allah SWT akan lebih mudah diliputi kegelisahan.

“Ketahuilah bahwa dengan berzikir kepada Allah, hati kamu akan tenang,” ujar Tgk. Rusli, mengutip makna Surah Ar-Ra'd ayat 28.

Menurutnya, keimanan yang kuat akan tercermin dalam amal saleh dan mendorong seseorang untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena itu, mendekatkan diri kepada Allah menjadi salah satu cara menjaga hati tetap tenang di tengah berbagai persoalan kehidupan.

Ia menjelaskan, setiap manusia akan menghadapi ujian, termasuk kehilangan harta, jabatan, maupun orang yang dicintai. Dalam kondisi tersebut, seorang muslim perlu menyadari bahwa seluruh yang dimiliki pada hakikatnya merupakan milik Allah SWT dan hanya dititipkan sementara.

“Kalau kita sudah menyadari bahwa kita makhluk Allah, kita diciptakan oleh Allah dan kita tidak punya apa-apa, lalu tidak ada yang kita sesali,” katanya.

Tgk. Rusli mengibaratkan manusia seperti tukang parkir yang bertugas menjaga kendaraan yang dititipkan kepadanya. Ketika titipan tersebut diambil kembali, manusia harus menerimanya dengan lapang dada, tanpa meninggalkan ikhtiar dan kesabaran.

Ia menegaskan, keimanan terhadap qada dan qadar tidak berarti manusia pasrah tanpa usaha. Seorang muslim tetap dituntut untuk berikhtiar, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh tawakal.

Selain memperbanyak zikir dan doa, masyarakat juga diajak bersabar dalam menghadapi ketentuan Allah serta menjadikan setiap musibah sebagai pelajaran dan bagian dari ujian kehidupan.

“Marilah kita kembali kepada jati diri kita yang sebenarnya. Diri kita sebagai manusia, makhluk Allah, wajib tunduk dan patuh kepada Allah,” ujarnya.

Tgk. Rusli berharap masyarakat menjadikan iman, takwa, dan rasa syukur sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Dengan demikian, berbagai ujian dapat dihadapi dengan lebih tenang dan kehidupan dapat dijalani dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....