Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus Perlu Kolaborasi Semua Pihak

  • 20 Jul 2026 08:02 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) di Aceh membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, tenaga terapi dan masyarakat juga ikut berperan agar setiap anak memperoleh akses pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan sosial yang layak

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh, Iskandar, A.KS., M.Si, mengatakan anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama seperti anak lainnya, mulai dari identitas, pendidikan, layanan kesehatan, terapi hingga perlindungan sosial. "Anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan hak-hak yang sama seperti anak lainnya, seperti akses pendidikan, terapi, pelayanan kesehatan dan layanan lain yang memang dibutuhkan oleh anak," kata Iskandar dalam Talk Show RRI Banda Aceh bertema Hak Anak Berkebutuhan Khusus : Pendidikan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, Dinas Sosial Aceh tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi hak-hak tersebut. Pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus harus dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, dinas terkait, sekolah, lembaga terapi, hingga masyarakat.

Pemerintah Aceh telah memiliki Qanun Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang menjadi dasar penguatan layanan bagi penyandang disabilitas, termasuk anak berkebutuhan khusus. Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun Peraturan Gubernur sebagai pedoman pelaksanaan layanan yang lebih terpadu.

Sementara itu, Praktisi Pendidikan Inklusi Aceh Flex School, Esti Wulansari, menegaskan hak paling mendasar bagi anak berkebutuhan khusus adalah diterima tanpa diskriminasi. "Hak paling dasar adalah perasaan diterima. Jangan melihat kekurangannya, tetapi fokus pada potensi yang dimiliki setiap anak karena setiap anak memiliki keunikan masing-masing," kata Esti.

Ia menilai tantangan terbesar dalam pendidikan inklusif justru berasal dari pola pikir orang tua yang masih terpaku pada keterbatasan anak. Orang tua perlu mengubah cara pandang dengan lebih mengembangkan potensi yang dimiliki anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....