Menyulap Limbah Organik Sungai Menjadi Pakan Ikan Berkualitas

  • 16 Jul 2026 07:58 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Sungai sering menjadi muara akhir dari limbah domestic rumah tangga hingga sampah pasar. Bahan-bahan organic seperti sisa makanan atau kotoran hewan yang hanyut ke Sungai kaya akan unsur nitrogen dan fosfor. Dalam sistem pengelolaan perairan yang tepat, zat-zat pencemar ini sejatinya adalah “emas cair”.

Dosen Prodi Budidaya Perairan Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, Dr. Ir. Dedi Fazriansyah Putra S.St.Pi, M.Sc. IPM ASEAN Eng menjelaskan bahwa eberadaan unsur-unsur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyuburkan fitoplakton dan mikroalga, yang bisa digunakan sebagai pakan tambahan bagi ikan.

“Konsep ini didasarkan pada ekonomi sirkular (bio-circular economy), di mana semua limbah organik yang berada di perairan dikelola dan dimanfaatkan kembali ke dalam siklus produksi perikanan agar tidak ada yang terbuang sia-sia. Semua punya potensi untuk dikonversi menjadi bahan baku ekonomi bernilai tinggi, baik itu sebagai pakan ikan, pupuk organik, bahkan bio energy,” jelasnya dalam dialog Green Radio "Sungai Aceh: Mengubah Limbah Menjadi Perikanan” bersama Pro 1 RRI Banda Aceh, Sabtu 30 Mei 2026.

Salah satu cara pengolahan limbah bisa dilakukan dengan metode Teknologi Bioflok. Sistem ini memanfaatkan kombinasi bakteri heterotrof, alga, dan mikroorganisme untuk mengurai limbah organic menjadi gumpalan (flok) yang kaya protein untuk dimakan kembali oleh ikan.

Meski menjanjikan, pemanfaatan air sungai yang tercemar tidak bebas dari risiko. Ancaman polusi kimia seperti mikroplastik dan ancaman biologis berupa bakteri tetap mengintai. Oleh karena itu, penerapan teknologi filtrasi dan resirkulasi menjadi syarat mutlak sebelum air digunakan untuk budidaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....