Stigma "Namanya juga Sudah Berumur" yang Justru Bisa Membahayakan Lansia
- 08 Jul 2026 21:23 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pernah gak sih dengar istilah, saat lanjut usia, perangai orang tua jadi kekanak-kanankan lagi? Stigma ini seolah hal yang lumrah terjadi dan dianggap sebuah proses penuaan alami. Padahal, dari kacamata medis, perubahan perilaku ini bukan sekadar proses penuaan biasa. Di balik sikap yang dianggap kembali seperti anak kecil, sering kali ada alarm kesehatan tersembunyi, seperti penurunan fungsi kognitif.
Dokter Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, Dokter Chacha Marissa Isfandiari , SpPD-KGer, menjelaskan bahwa hal ini disebut dengan sindrom geriatri. ”Makin tua makin cepat ngambek, kita harus lihat dulu, apa sudah ada gangguan kognitif atau gangguan personality yang sering dijumpai pada lansia, yang disebut dengan sindrom geriatri,” ujarnya dalam dialog Klinik Angkasa “Lansia Sehat dan Mandiri, untuk Indonesia Berdaya” bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 23 Mei 2026.
Sindrom geriatri sendiri adalah sekumpulan kondisi kesehatan yang sering dialami lansia akibat berbagai faktor, seperti proses penuaan, penyakit kronis, penurunan fungsi organ atau kondisi medis tertentu. Bila tidak ditangani dengan baik, sindrom geriatri dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pada lansia.
Dalam kesempatan yang sama, dokter M. Darma Muda Setia, SpPD- KGer, yang juga merupakan Dokter Penyakit Dalam Konsultan Geriatri mengungkapkan bahwa, selain sindrom geriatri, salah satu masalah fisik yang sering dianggap remeh oleh keluarga adalah penurunan fungsi pendengaran dengan dalih “namanya juga sudah berumur”.
“Padahal, fungsi pendengaran tergantung juga pada masing-masing orang. Orang yang tinggal dengan kebisingan tinggi dan orang yang kebisingan rendah kesehatan pendengarannya akan berbeda. Jadi, tidak ada konteks kalau lansia pasti akan mengalami gangguan pendengaran,” ungkapnya.
Jika dibiarkan dan dianggap normal karena faktor usia, akan membuat lansia frustasi karena terhambat komunikasi. Kemudian lansia mungkin menarik diri dari aktivitas sosial karena tidak mampu berkomunikasi dengan baik, hingga muncul perasaan tidak lagi berguna, kesepian, hingga depresi mendalam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....