Menepis Mitos dan Membongkar Salah Kaprah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

  • 18 Jun 2026 19:54 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kecelakaan dan situasi darurat adalah dua hal yang tidak pernah bisa duga. Bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, dari jalan raya hingga rumah kita sendiri. Namun, sayangnya, tidak semua orang bisa menerapkan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Padahal, dalam situasi genting, beberapa menit pertama adalah penentu hidup mati seseorang.

Berangkat dari keresahan tersebut, subunit safe dari Gen A (Generasi Edukasi Nanggroe Aceh), sebuah LSM yang bergerak di bidang edukasi dan kesehatan, gencar menyuarakan pentingnya penugasan keterampilan P3K sejak dini. Oleh karena itu, Lembaga ini aktif mengadakan road tour ke sekolah-sekolah, panti asuhan, dan dayah-dayah di Aceh untuk edukasi P3K.

Koordinator Subunit SAFE Gen-A, dr. M. Fatih mengatakan bahwa first aid atau pertolongan pertama pada kecelakaan sangatlah penting. “Kita tidak tahu kapan situasi-situasi genting akan terjadi. Seperti misalnya mimisan, kalau kita tahu cara penanganan awal sebelum kita serahkan ke tenaga medis atau klinik untuk perawatan lebih lanjut,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu 13 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masih banyak kebiasaan pertolongan pertama dalam masyarakat yang dilakukan dengan keliru dan malah memperparah kondisi korban, diantaranya:

Mimisan. Kebiasaan dalam masyarakat adalah menyuruh korban mendongakkan kepala ke atas. Padahal itu adalah kesalahan besar, karena dapat membuat darah mengalir ke saluran pernapasan atau pencernaan. Cara yang benar adalah menundukkan kepala, lalu menekan cuping hidung selama 5-15 menit sambil bernapas melalui mulut.

Luka Bakar Ringan. Mengoleskan odol, kecap, atau taburan garam pada kulit yang terkena air atau minyak panas dapat memicu infeksi jaringan kulit bawah. Langkah yang tepat adalah mengalirinya dengan air bersih selama minmal 20 menit untuk meredam panas agar tidak merusak lapisan kulit yang lebih dalam.

Korban Pingsan. Sering kali korban pingsan langsung dikerumuni oleh warga yang penasaran, sehingga mereka semakin kekurangan oksigen. Tindakan yang benar adalah melonggarkan pakaian atau kerah baju korban, memposisikan telentang, lalu mengangkat kakinya setinggi 15-25 cm untuk membantu aliran darah Kembali ke otak.

Namun, sebelum memberikan bantuan medis, seorang penolong wajib menanamkan prinsip 3A, yaitu:

  • Aman Diri, pastikan diri anda aman secara fisik dan mental sebelum menolong seseorang.
  • Aman Lingkungan, amankan lokasi sekitar, misalnya pinggirkan korbanjika kecelakaan terjadi di tengah jalan raya.
  • Aman Pasien, berikan tindakan yang tidak menambah cedera baru pada korban.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....