Petani Milenial Dorong Anak Muda Terjun ke Pertanian Modern

  • 16 Jun 2026 18:23 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Minat generasi muda dalam sektor pertanian mulai menunjukkan adanya peningkatan seiring dengan berkembangnya teknologi. Kalangan petani milenial mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan dan bukan lagi profesi yang identik dengan kemiskinan.

Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian, El Radhi Noer Ambiya, S.TP., mengatakan stigma negatif terhadap profesi petani masih menjadi tantangan terbesar dalam menarik minat anak muda. “Bahkan anak petani sendiri sering tidak didorong menjadi petani. Mindset ini terbentuk dari lingkungan dan sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujarnya dalam Talk Show bersama RRI dengan tema “Optimalisasi Pertanian Aceh Melalui Transformasi Sektor Agribisnis dan Keterlibatan Anak Muda," Selasa 9 Juni 2026.

Menurut El Radhi, selain persoalan citra, keterbatasan modal, akses pasar, teknologi dan informasi juga menjadi alasan banyak generasi muda enggan terjun ke sektor pertanian.

Ia mengaku pernah mengalami rasa minder saat memilih profesi sebagai petani. Namun, pengalaman tersebut justru memotivasinya untuk membuktikan bahwa pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

“Awalnya saya juga insecure. Ketika melihat teman-teman sudah bekerja di luar negeri, tentu ada perasaan seperti itu, tetapi saya memilih bertahan dan membuktikan bahwa bertani juga bisa berhasil,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Petani Milenial Aceh, Benni Baihaqi, SP., menilai teknologi pertanian modern dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda. Sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan melalui hilirisasi antara lain kopi Gayo, nilam, kakao, serta komoditas hortikultura seperti melon dan sayuran hidroponik.

Menurutnya, penggunaan sistem hidroponik, irigasi tetes hingga smart farming memungkinkan pertanian dilakukan secara lebih efisien dan modern. “Pertanian tidak harus identik dengan lumpur dan pekerjaan berat. Dengan teknologi, kita bisa menghasilkan produk yang lebih bersih, sehat dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan promosi melalui media sosial juga penting untuk mengubah citra pertanian menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda. Regenerasi petani menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian Aceh di masa mendatang.

“Anak muda sekarang dekat dengan teknologi. Karena itu pertanian harus dikemas lebih modern agar mereka tertarik terjun ke sektor ini,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....