Investasi Emas Dinilai Efektif Menjaga Daya Beli di tengah Inflasi

  • 16 Jun 2026 18:22 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Investasi emas dinilai menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan meningkatnya biaya hidup. Selain memiliki nilai yang relatif stabil, emas juga mudah diakses oleh berbagai kalangan melalui layanan investasi digital.

Manajer Bisnis Pegadaian Cabang Banda Aceh, M. Raul Putra, mengatakan inflasi menyebabkan nilai uang terus menurun sehingga kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa ikut berkurang dari waktu ke waktu.

“Inflasi merupakan kondisi ekonomi di mana tingkat daya beli suatu nilai uang menurun jika nilai inflasinya meningkat. Uang yang hari ini bisa membeli sejumlah barang tertentu, belum tentu mampu membeli barang yang sama pada tahun berikutnya,” ujar Raul dalam dialog Beranda Asta Cita Indonesia Cerdas RRI Banda Aceh, Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk mulai memikirkan instrumen investasi yang mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Salah satu pilihan yang dinilai tepat adalah emas karena memiliki nilai historis yang kuat dan diakui secara global.

Raul menjelaskan, emas memiliki karakteristik sebagai aset pelindung nilai (safe haven) yang cenderung tetap diminati ketika kondisi ekonomi dan geopolitik dunia tidak menentu. “Ketika ekonomi tidak stabil, banyak orang beralih ke emas karena emas menjaga nilai aset. Emas bukan menjanjikan kekayaan secara instan, tetapi menjaga nilai harta yang kita miliki,” tambahnya.

Ia menambahkan, investasi emas juga lebih mudah dipahami oleh masyarakat pemula dibandingkan instrumen lain seperti saham atau aset kripto yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam terkait pergerakan pasar.

Menurut Raul, masyarakat idealnya memiliki sekitar 20 hingga 30 persen aset dalam bentuk emas sebagai langkah diversifikasi dan perlindungan nilai kekayaan. “Yang perlu dilakukan sekarang adalah mengubah pola pikir. Jangan menunggu ada sisa uang baru berinvestasi, tetapi sisihkan terlebih dahulu untuk investasi, lalu konversikan ke emas secara rutin,” katanya.

Raul juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur investasi yang menawarkan keuntungan tidak wajar dan selalu memastikan legalitas lembaga investasi sebelum menanamkan modal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....