Kuota Bertambah, Antrean Biosolar di Aceh Tetap Mengular
- 02 Jun 2026 17:23 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Banda Aceh dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan biosolar subsidi. Namun, PT Pertamina Patra Niaga dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan lonjakan konsumsi akibat peralihan pengguna BBM nonsubsidi ke biosolar.
Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori mengatakan penyaluran biosolar di Aceh saat ini justru berada di atas rata-rata normal harian sebelum antrean terjadi. “Secara volume sudah lebih dari kondisi normal. Di SPBU rata-rata stok masih tersedia, namun terjadi peningkatan traffic kendaraan dan konsumsi masyarakat,” kata Misbabul dalam perbincangan bersama RRI, Selasa 26 Mei 2026.
Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan biosolar subsidi. Harga BBM nonsubsidi yang kini menyentuh kisaran Rp26 ribu per liter membuat sebagian pengguna beralih ke biosolar yang masih dijual Rp6.800 per liter.
“Secara alamiah pasti ada shifting. Konsumen yang sebelumnya memakai nonsubsidi kini ikut membeli biosolar,” ujarnya.
Kepala Bidang Migas Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma, ST, MT menambahkan kuota biosolar untuk Aceh tahun 2026 sebenarnya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Total kuota biosolar Aceh tahun ini mencapai sekitar 430 ribu kiloliter.
“Tidak ada pengurangan kuota. Justru pemerintah menambah kuota untuk Aceh dibanding tahun lalu,” kata Dian.
Ia menjelaskan disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi menyebabkan lonjakan permintaan yang sulit diprediksi. Selain kendaraan pribadi, diduga terdapat penggunaan biosolar subsidi oleh pihak yang tidak berhak.
Ia juga menyebut pemerintah Aceh masih memberlakukan surat edaran gubernur terkait pengendalian distribusi biosolar subsidi, termasuk pembatasan volume pembelian harian menggunakan sistem barcode. “Ini untuk mencegah penimbunan dan modifikasi tangki kendaraan,” ujarnya.
Pertamina juga memastikan seluruh SPBU penyalur biosolar telah terdigitalisasi melalui sistem Subsidi Tepat. Melalui sistem itu, setiap kendaraan hanya dapat membeli sesuai kuota harian berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin.
“Kalau kuota harian sudah terpenuhi, kendaraan tidak bisa mengisi lagi di SPBU lain pada hari yang sama,” kata Misbah.
Pemerintah Aceh dan Pertamina mengaku terus berkoordinasi untuk mengantisipasi potensi kekurangan kuota hingga akhir tahun. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pengajuan penambahan kuota biosolar kepada BPH Migas apabila konsumsi terus meningkat.
Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM subsidi secara bijak dan melaporkan dugaan penyalahgunaan kepada pihak terkait agar distribusi biosolar tetap tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....