Sahabat Andikara Hadirkan Ruang Belajar Jujur dan Relevan di Sekolah
- 29 Mei 2026 22:19 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Komunitas Sahabat Andikara menghadirkan program “Goes To School” sebagai ruang belajar alternatif yang mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan siswa, mulai dari perundungan, kekerasan seksual, kesetaraan gender hingga pengelolaan emosi. Co-Founder Sahabat Andhikara, Allya Chairunnisa mengatakan komunitas tersebut lahir dari keresahan melihat masih banyak persoalan sosial yang belum terselesaikan meski aturan hukum sudah tersedia.
“Kami melihat pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang membangun empati, kecerdasan emosional dan kepekaan sosial generasi muda,” ujarnya dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh, Minggu 24 Mei 2026.
Ia menjelaskan program Goes To School dipilih karena dinilai lebih efektif menjangkau siswa secara langsung melalui sekolah-sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Menurut Allya, ruang belajar yang dibangun Sahabat Andikara dibuat lebih “jujur dan relevan” dengan membahas kenyataan sosial yang sering luput dibicarakan di ruang kelas.
“Kami ingin murid tahu bahwa isu seperti bullying atau kekerasan seksual itu nyata terjadi di sekitar mereka dan mereka harus tahu bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi tersebut,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibuat interaktif melalui permainan ringan, storytelling, diskusi hingga praktik langsung agar siswa tidak merasa tertekan saat belajar. Sementara itu, volunteer Sahabat Andhikara, Ulfa Rahayu menyebut pendekatan nonformal menjadi cara efektif membangun keterbukaan siswa. “Kami ingin hadir sebagai teman belajar, bukan sekadar pemateri. Jadi siswa merasa nyaman untuk bertanya dan menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Ulfa mengatakan salah satu materi yang cukup dekat dengan siswa adalah pengenalan emosi, terutama bagi anak-anak sekolah dasar.
Ia mengaku pernah mendengar pengakuan seorang siswa laki-laki yang memilih memendam kesedihan karena takut dianggap lemah jika menangis.
Selain itu, Sahabat Andikara juga mengedukasi siswa mengenai catcalling sebagai bentuk pelecehan verbal yang sering dianggap candaan di masyarakat.
Allya menjelaskan tindakan seperti siulan, komentar fisik, atau panggilan yang membuat seseorang tidak nyaman termasuk dalam bentuk pelecehan seksual verbal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....