Pendidikan Inklusif dan Setara dibutuhkan Penyandang Disabilitas
- 24 Mei 2026 07:05 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Aceh, Ery Wati, M.Pd mendorong penguatan pendidikan inklusif di Aceh agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan belajar yang setara di sekolah maupun perguruan tinggi. Sebagian besar penyandang tunanetra di Aceh masih menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) karena sekolah umum belum sepenuhnya siap menerima peserta didik disabilitas.
“Sekolah inklusi itu sebenarnya sederhana penanganannya, yang penting ada arah menuju inklusi dan adanya dukungan sarana-prasarana, Kalau tunanetra menggunakan tulisan braille atau metode lisan, maka guru juga harus memahami cara mendampingi mereka” kata Ery Wati, Minggu 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, anak penyandang tunanetra secara intelektual tidak memiliki hambatan dalam mengikuti pembelajaran. Namun, metode belajar dan fasilitas pendukung perlu disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Pemerintah Aceh telah memiliki Qanun Disabilitas Nomor 2 Tahun 2025 yang menjadi dasar penguatan layanan inklusif di daerah. Ia mengaku turut terlibat dalam penyusunan qanun tersebut.
Menurutnya, keberadaan fasilitas aksesibilitas seperti jalur pemandu, pegangan tangan atau handrail, hingga guru pendamping khusus menjadi kebutuhan penting bagi penyandang disabilitas di sekolah umum.
Selain itu, ia mengapresiasi sejumlah kampus di Aceh yang mulai terbuka menerima mahasiswa disabilitas, termasuk Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya.
Ery Wati berharap media dan masyarakat terus memperluas edukasi tentang isu disabilitas agar stigma terhadap penyandang disabilitas semakin berkurang di Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....