Digitalisasi Haji dan Umrah Dinilai Tekan Risiko Penipuan Jemaah
- 24 Mei 2026 07:03 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Penerapan sistem digital dalam layanan haji dan umrah di Arab Saudi dinilai mampu menekan potensi penipuan terhadap jemaah, sekaligus meningkatkan keamanan transaksi selama berada di Tanah Suci. Komisaris PT Jasa Haramain Grup, Ali Rida bin Zakni, mengatakan perubahan sistem dari transaksi tunai menuju non tunai membuat alur pembayaran lebih jelas dan mudah ditelusuri.
Menurutnya setelah Arab Saudi mulai menerapkan sistem digital secara menyeluruh, kasus penipuan di sektor umrah dan haji mengalami penurunan signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
Pada masa setelah pandemi COVID-19, praktik penipuan perjalanan umrah sempat marak terjadi seiring tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci.
Namun saat ini transaksi digital dinilai mampu meminimalisir penyalahgunaan dana karena seluruh pembayaran memiliki bukti transfer dan tercatat secara elektronik. Ali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah dan haji, Ia menyarankan calon jemaah memastikan travel memiliki izin resmi serta menggunakan rekening perusahaan dalam setiap transaksi pembayaran.
“Perubahan itu pastinya membawa dampak positif, transaksi bisa ditelusuri ke mana arahnya. Yang perlu diwaspadai jangan pernah bertransaksi atas nama rekening pribadi, semua transaksi harus melalui rekening perusahaan,” katanya dalam Dialog Ekonomi Digital Jum'at 22 Mei 2026.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat memastikan adanya dokumen pendukung setelah melakukan pembayaran, seperti kode booking tiket pesawat maupun hotel. Penggunaan rekening pribadi dalam transaksi umrah dan haji berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari karena dana lebih sulit dipertanggungjawabkan, ia berharap pihak travel, tour leader dan mutawif dapat meningkatkan kemampuan digital agar mampu mendampingi jemaah selama proses ibadah di Arab Saudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....