Kisah Inspiratif Relawan Aceh, 30 Jam Menembus Batas demi Kemanusiaan
- 19 Mei 2026 17:09 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Masa muda sering dikaitkan dengan fase pencarian jati diri yang penuh petualangan. Anak muda juga merupakan agent of change atau agen perubahan. Hal inilah yang mendasari Ayu Yuliati, HRD Turun Tangan Aceh, untuk terjun dalam bidang kerelawanan.
“Motivasi awal bergabung di Turun Tangan berawal dari melihat keresahan anak-anak muda sekarang yang nongkrong gak jelas, sedangkan kita kaum muda adalah agent perubahan. Jadi, gak ada salahnya kita mendedikasikan diri di masa muda menjadi relawan,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Senin 20 April 2026.
Ia membagikan kegiatan yang memorable selama menjadi relawan, salah satunnya adalah kegiatan TnB (Traveling dan Berbagi) di daerah Simeuelu. Program pengabdian ini sangat melekat diingatannya karena itu menjadi momen berbaur bersama warga dan tinggal di posko selama di sana.
Selain itu, momen yang tak terlupakan adalah saat berpartisipasi sebagai relawan dalam bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Aceh Tamiang. Akibat jembatan di Bireun terputus, mereka harus memutar otak dan nekat mengambil jalur Barat Selatan, dan menghabiskan wakttu hingga 30 jam di jalan hingga sampai ke tempat tujuan.
Bagi Sebagian orang, menjadi relawan terdengar melelahkan karena harus mencurahkan waktu dan tenapa tanpa dibayar. Namun menurutnya, ada kepuasa batin tersendiri yang tidak bisa dinilai dengna uang setelah melihat senyum orang-orang yang dibantunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....