Mencari Kedamaian di Era Digital, Mulailah dari Hati yang Jujur

  • 13 Mei 2026 08:07 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Hati nurani adalah kompas moral yang dimiliki setiap manusia. Ia berfungsi sebagai sinyal yang memberitahu kita mana yang benar dan mana yang salah, mana yang tulus dan mana yang salah. Di era modern yang serba cepat dan digital, sering kali kita terjebak dalam mendapatkan pengakuan dari netizen, hingga kadang mengorbankan hati nurani.

“Secara psikologis, suara hati nurani adalah suara otentik kita, suara dari dasar hati yang terdalam. Namun terkadang kita lupa untuk menghidupkan kembali hati kita, karena terlalu haus validasi dunia” jelas Esti WS, Founder Aceh Flexi School dalam dialog bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Kamis 16 April 2026.

Lebih lanjut mengatakan bahwa secara manusiawi kita memang suka oleh pengakuan dari orang lain atau validasi. Hal ini menjadikan kita lebih sering takut terhadap pandangan/opini orang lain dibandingkan mendengarkan hati saat melakukan hal yang salah, sehingga kitalah yang membungkan suara hati kita sendiri.

Ketika kita terus-menerus mematikan sinyal hati nurani demi mengejar validasi dunia, maka kita akan kehilangan identitas diri, kita jadi adding dengan diri sendiri karena selalu memakai “toprng” di depan public. Kemudian juga menimbulkan kelelahan mental, karena berpura-pura dan mencari pengakuan dari luar sehingga menjadi burn out.

Untuk Kembali menemukan diri sendiri dan kedamaian, kita perlu melatih kesadaran diri (self awareness) agar lebih sadar apakah ini hal yang memang ingin kita lakukan atau hanya memenuhi tuntutan tren. Lalu Batasi konsumsi media sosial, agar tidak terus-menerus terjebak dalam lingkaran perbandingan yang tidak sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....