Jangan Sampai Hidupmu Dikendalikan oleh Jempol Netizen
- 04 Mei 2026 17:08 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Di era digital yang bergerak sangat cepat, media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi. Sebagian orang, khusunya anak muda, media sosial telah berubah menjadi panggung untuk membangun citra diri (personal branding). Tapi sayangnya kadang timbul fenomena addicted to likes atau kecanduan validasi.
Sekretaris Divisi PPK, Salyatul Maulid, mengatakan bahwa terkadang tanpa kita sadari, kita terjebak dalam rutinitas “memberi makan” Instagram. “Banyak anak muda yang merasa perlu memperbaiki feed instagramnya agar terlihat estetik dan cenderung mencari validasi dari orang lain berupa like dan komentar di postingan media sosial,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu 8 April 2026.
Ketergantungan pada validasi netizen dapat berdampak buruk. Ketika konten tidak mendapatkan respons yang dihaapkan atau justru menerima komentar negatif, hal ini sering kali membuat seseorang merasa down atau kehilangan kepercayaan diri.
Ketika angka likes menjadi indikator kualitas hidup seseora, saat itulah kita mulai kehilangan jati diri. Kita cenderung mengatur hidup agar terlihat sempurna di mata orang lain, padahal kebahagiaan sejati seharusnya tidak bergantung pada orang lain.
Selain itu, emosi kita juga cenderung diatur oleh netizen. “Contohnya ketika misalnya kita memposting hal yang pribadi, seperti masalah dengan pasangan. Kemudian saat ada opini dari netizen, kita cenderung menyetujui pendapat tersebut, yang pada akhirnya hal ini membuat kita kehilangan kendali terhadap emosi kita sendiri,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....