Scrolling tanpa Henti, Ancaman Video Pendek pada Anak

  • 03 Mei 2026 11:38 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Di era digital yang serba cepat ini , perangkat elektronik dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak sejak usia dini. Scrolling video pendek, seperti di Reels, TikTok, atau Shorts, telah menjadi aktivitas anak-anak saat ini.

Namun, di balik kemudahan akses tersebut, ada ancaman tersembunyi yang mulai memengaruhi cara otak anak memproses realitas, berupa adiksi. Terbiasa dengan konten yang cepat, membawa dampak serius bagi perkembangan anak, salah satunya speech delay atau keterlambatan berbicara dan bahasa.

“Banyak penelitian dalam ilmu kesehatan yang mengasumsikan anak bayi yang dipertontonkan video yang terlalu cepat, besar kemungkinan mengalami speech delay,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Centre Aceh, dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Senin 6 April 2026.

Paparan konten dengan tempo bicara y ang terlalu cepat dan tidak alami tidak bisa menjadi contoh komuniasi yang baik. Anak-anak yang seharusnya belajar komunikasi dua arah, justru hanya menjadi penonton pasif komunikasi satu arah.

Selain speech delay, gangguan rentan perhatian (attention span) juga menjadi dampak dari konsumsi short video. Anak-anak terbiasa dengan stimulus instan, maka ketika mereka diminta melakukan tugas yang butuh kesabaran dan durasi panjang, seperti belajar atau membaca buku, otak mereka akan merasa bosan karena tidak mendapatkan kepuasan secepat saat scrolling media sosial.

Kemudian, kehilangan kemampuan memfilter informasi. Anak-anak sering kali menelan mentah-mentah konten yang mereka lihat, karena tidak memiliki kemampuan untuk membedakan mana realita mana yang hanya konten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....