Budidaya Udang Windu, Mangrove Jadi Kunci Pemulihan
- 20 Apr 2026 16:47 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Budidaya udang windu pernah menjadi andalan di berbagai daerah pesisi, tapi saat ini mengalami kendala atau tantangan yang serius, salah satu utama yaitu rusaknya ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam siklus hidup udang windu. Saat ini budidaya udang windu di Aceh Timur nyaris tidak lagi dilakukan akibat berbagai kendala, terutama penyakit dan penurunan kualitas lingkungan.
Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Adrian Damora, S.Pi., M.Si., menyebutkan para pembudidaya telah beralih ke udang vaname yang dinilai lebih cepat tumbuh dan tahan terhadap penyakit. “Di Aceh Timur sudah tidak ada lagi pembudidaya udang windu. Semua beralih ke vaname karena lebih menguntungkan secara ekonomi,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 18 April 2026.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama menurunnya budidaya udang windu adalah degradasi ekosistem pesisir, terutama mangrove yang berfungsi sebagai habitat penting. Kerusakan mangrove, ditambah pencemaran limbah rumah tangga dan industri, menyebabkan kualitas air menurun dan memicu munculnya berbagai penyakit pada udang.
Adrian menegaskan, pemulihan ekosistem mangrove menjadi langkah utama untuk mengembalikan kejayaan udang windu di Aceh. “Kalau habitatnya pulih, maka peluang untuk membudidayakan udang windu secara berkelanjutan akan terbuka kembali,” katanya.
Ia juga mendorong penerapan konsep ekonomi biru melalui budidaya berbasis alam atau nature-based aquaculture sebagai solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah Aceh telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2023 tentang rencana aksi pengelolaan perikanan, termasuk upaya pemulihan udang windu.
Adrian berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat, dapat berperan dalam menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan sumber daya perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....