Penurunan Produksi Udang Windu, Stok Alam Belum Pulih

  • 20 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Produksi udang windu di Aceh Timur mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir akibat tekanan penangkapan dan kerusakan habitat. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha perikanan, terutama karena stok alami di perairan juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Adrian Damora, S.Pi., M.Si., mengatakan hasil riset tahun 2019–2021 menunjukkan tren penangkapan udang windu terus menurun sejak tahun 1990-an hingga 2021. “Produktivitas nelayan yang menangkap udang windu di alam semakin menurun. Ini menunjukkan adanya tekanan terhadap stok,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 18 April 2026.

Ia menjelaskan, meskipun dalam beberapa tahun terakhir biomassa udang windu mulai sedikit meningkat, namun kondisinya belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, penurunan aktivitas penangkapan terjadi karena hasil tangkapan tidak lagi sebanding dengan usaha yang dikeluarkan nelayan, hal ini membuat sebagian nelayan beralih profesi.

Adrian menambahkan, hingga kini Indonesia masih bergantung pada indukan udang windu dari alam karena belum berhasil memproduksi benih unggul secara massal. “Penangkapan induk di alam masih tinggi, sementara stoknya belum pulih. Ini menjadi tantangan besar dalam keberlanjutan udang windu,” katanya.

Namun demikian, ancaman terhadap populasi masih terjadi akibat praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan serta tingginya penangkapan induk udang di alam. Jika penurunan udang windu tidak ditangani dengan baik maka dikhawatirkan akan berdampak lebih luas, tidak hanya pada sektor ekonomi tapi juga pada keberlanjutan ekosistem pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....