Saring sebelum Sharing, Memahami Makna dan Praktik Tabayyun

  • 12 Apr 2026 21:32 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Tabayyun secara harfiah berasal dari Bahasa Arab yang berarti mencari kejelasan, menyingkap fakta, atau melakukan verifikasi. Dalam konteks sosial dan agama, tabayyun adalah sikap kritis dalam memeriksa kebenaran sebuah informasi sebelum mempercayainya, menyebarkannya, atau mengambil tindakan berdasarkan informasi tersebut.

Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ustaz Dr. H. Hasan Basri , MA mengatakan bahwa tabbayyun berfunsi sebagai filter informasi. Di era digital di mana informasi dan hoaks menyebar sangat cepat, tabayyun adalah rem agar kita tidak terjebak dalam fitnah.

“Waspada terhadap informasi dengan cek and ricek, jangan langsung terpengaruh. Karena banyak sekali yang menawarkan pekerjaan, investasi dan sebagainya yang ujung-ujungya hanyalah sebuah penipuan dan merugikan kita, karena tidak adanya sikap tabayyun ini,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat 3 April 2026.

Secara praktis, menerapkan tabayyun adalah dengan verifikasi sumber, yaitu memastikan apakah pemberi informasi adalah pihak yang bisa dipercaya. Kemudian klarifikasi langsung jika informasi berkaitan dengan seseorang, tanyakan langsung kepada orang tersebut. Dan pahami situasi secara utuh, jangan dari inforasi yang sepotong-potong.

Di era post-truth saat ini, di mana orang lebih mempercayai hal yang viral dari pada benar, tabayyun membantu kita melihat kebenaran yang objektif, buka sekadar mengikuti apa yang lagi ramai di media sosial. Dengan begitu, kita lebih mudah terhindar dari penyakit hati seperti prasangka buruk dan kebencian yang tidak berdasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....