Manfaatkan Fase 'Golden Age' untuk Edukasi Alam

  • 28 Jan 2026 08:43 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Langkah paling strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi penerus dimulai sejak dini. Menurut Fasilitator Akademi Etika Lingkungan, Siti Zuhra, S.pd. Gr., M.Pd, anak usia dini berada dalam fase “emas” di mana mereka sedang belajar menerima pemahaman dan membentuk kebiasaan.

“Karakter dan pembiasaan penting diajarkan sejak dini sebagai pengalaman diri mereka sendiri. Dalam fase ini anak lebih mudah menerima dan ingin tahu, dan lebih melekat lama di ingatan mereka,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 4 Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).

Periode “emas” anak umumnya terjadi pada rentang usia hingga 6 tahun, dalam masa ini otak anak berkembang pesat dan sekitar 80% koneksi otak terbentuk. Pada masa ini otak anak diibaratkan layaknya “spons” yang mempu menyerap informasi dan meniru apapun yang dilihatnya.

Dengan mengajarkan kecintaan terhadap alam sejak dini, diharapkan kebiasaan-kebiasaan baik bagi lingkungan dapat dibawa hingga dewasa. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diajarkan untuk anak meliputi membuang sampah pada tempatnya, menyayangi makhluk hidup, serta daur ulang kreatif dari limbah hutan atau barang bekas.

Ia juga menekankan bahwa belajar secara langsung di alam sebagai pendekatan sensorik menjadi pengalaman yang berharga bagi anak-anak. Dari belajar langsung ini anak-anak dapat menyentuh, merasakan, dan mengamati langsung objek yang ada di alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....