Sabar dan Ikhtiar Jadi Fondasi Kebangkitan Pascabencana

  • 31 Des 2025 15:35 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang — Islam menekankan keseimbangan antara kesabaran dan ikhtiar dalam menyikapi musibah, termasuk bencana alam yang melanda Aceh. Nilai tersebut disampaikan Ustadz Hadi Irfandi dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh bertema “Mengubah Cobaan Menjadi Kebangkitan”, Jumat (26/12/2025).

Ustadz Hadi menjelaskan, sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan keteguhan mental untuk tetap melangkah di tengah keterbatasan. Ia mengutip kisah Nabi Ya’qub dalam Surah Yusuf ayat 87 sebagai teladan bahwa Islam melarang sikap putus asa, meskipun manusia berada dalam duka dan ujian berat.

Menurutnya, doa dan tawakal harus berjalan seiring dengan ikhtiar sebagai sumber kekuatan spiritual. "Dalam kondisi kehilangan harta, pekerjaan, bahkan anggota keluarga, doa berperan menguatkan langkah agar manusia tetap berusaha dan menjaga harapan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Hadi menekankan pentingnya peran generasi muda Aceh dalam proses pemulihan pascabencana. Dengan energi, kreativitas, dan akses yang dimiliki, generasi muda dinilai mampu menjadi motor penggerak pemulihan sosial, ekonomi, dan kesehatan mental masyarakat melalui kolaborasi dan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....