Murid Sekolah Asrama Rentan Terlibat Bullying
- 22 Des 2025 21:36 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Perundungan atau bullying masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, tidak terkecuali di Aceh. Data terbaru menunjukkan bahwa kasus bullying di Aceh mengalami penurunan. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama pada sekolah berasrama (boarding school).
Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd. yang merupakan Kabid Pembinaan SMA & PKLK mengatakan bahwa bullying rentan terjadi di asrama karena interaksi murid di asrama selama 24 jam membuat resiko berselisih antar siswa lebih tinggi dibandingkan sekolah regular. “Di sekolah berasrama rentan terjadi bullying karena intens berinteraksi dan dari sejumlah pengaduan dan laporan yang kami terima, seringnya bullying terjadi di asrama,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan, oleh karena itu pentingnya pengawasan oleh guru pembina, baik pembina laki-laki bagi murid asrama putra dan pembina perempuan bagi murid asrama putri. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa jika ada aduan terkait perundungan, maka upaya awal yang diusahakan adalah penyelesaian melalui mediasi dalam lingkup sekolah.
Beberapa factor yang menyebabkan kasus bullying sering terjadi karena perselisihan antar kelompok-kelompok, dan ada juga kelompok kuat menindas individu yang lemah. Selain itu, pergeseran metode perundungan kini banyak dipengaruhi oleh aspek digital (cyber bullying). Tindakan bullying sering kali disamarkan dengan dalih “hanya bercanda”, padahal berdampak traumatis bagi korban.
Saat terjadi bullying, siswa didorong untuk melaporkan kepada guru dan tidak menjadi penonton yang diam saat melihat kekerasan terjadi. Orang tua juga diharapkan tidak terburu-buru memviralkan masalah di media sosial, melainkan mempercayakan penyelesaian kepada pihak sekolah dan dinas terkait terlebih dahulu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....