Pengaruh Bencana AlamTerhadap Kesehatan Anak

  • 16 Des 2025 13:17 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Seperti kita ketahui bersama, bencana alam yang meliputi gempa, banjir, tanah longsor, tsunami dannletusan gunung merapi merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Dan kejadian ini sering kali menimbulkan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat termasuk juga anak-anak yang sangat rentan terdampak.

Menurut dr. Zaki Akbar, Sp.A Wakil Ketua II IDAI Cabang Aceh dan selaku Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Cabang Aceh, penyakit yang timbul akibat dari bencana banjir yang dilihat dari kategori permasalahn kesehatan jangka pendek kondisinya seperti korban tenggelam, korban luka, patah tulang atau luka robek. Penyakit yang paling sering timbul akibat bencana alam banjir berkaitan dengan sanitasi lingkungan seperti diare.

“40-50 persen anak-anak mengalami diare yang diakibat dari sanitasi lingkungan seusai bencana banjir, karena sumber air bersih itu sangat sulit sekali didapatkan dilokasi bencana, dan juga ada penyakit infeksi pernafasan akut pada anak-anak seperti anak akan mengalami sesak, batuk, pilek dikarenakan pasca banjir lingkungan sekitar jadi kotor, berdebu yang terhirup, serta juga ada penyakit kulit dan juga penyakit menular lainnya seperti campak, polio, serta juga ada dari penyabab faktornya seperti penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk”, ujar dr. Zaki dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu (13/12/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan tidak hanya penyakit fisik saja yang ditimbulkan dari pasca banjir, tetapi bencana juga berdampak dan mempengaruhi mental anak, banyak sekali anak-anak yang merasakan trauma dari pasca bencana yang terpisah dari keluarga atau ada keluargnya yang meninggal dunia. “Dan juga saat ini masih berada di pengungsian dengan kondisi listrik padam, makanan yang terbatas”, tambahnya.

Bencana alam yang menyebabkan gangguan berkepanjangan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak secara jangka panjang seperti masalah gizi, penyakit kronis dapat mempengaruhi mental anak dan menghambat perkembangan fisiknya. Dampak dari bencana juga menyebabkan terputusnya akses pendidikan dan mempengaruhi kualitas anak di masa depan.

Untuk itu diperlukan penanganan pasca banjir yang tepat untuk melindungi kesehatan anak baik itu kesehatan fisik atau juga mental, dengan cara :

· Pelayanan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit yang akan timbul pada pasca banjir seperti diare, demam, penyakit kulit dan juga ISPA. Anak-anak sangat perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan jika ada yang terluka dapat dibersihkan dan diobati agar tidak infeksi.

· Mencegah penyakit menular. Lingkungan sekitar pasca banjir sangat berpotensi menimbulkan banyak penyakit, oleh karena itu perlu dalam menjaga kebersihan lingkungan dan diri anak, seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan alas kaki, dan juga mengendalikan penyebaran penyakit yang di timbulkan melalui nyamuk seperti malaria dan demam berdarah.

· Mendukung kesehatan mental. Kesehatan mental anak juga perlu diperhatikan, anak korban banjir dapat mengalami trauma dan stres, diperlukan peran orang tua untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada anak, ajak anak bermain agar anak lebih relax.

· Sediakan lingkungan yang aman. Lingkungan atau tempat pengungsian buat ramah anak, sanitasi yang baik, ada tempat pembuangan sampah dan MCK yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....