Malu Dicap Gagal Jadi Alasan Korban KDRT Bungkam

  • 11 Des 2025 14:30 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi isu yang mengkhawatirkan di Indonesia, tak terkecuali di Aceh. Dalam periode waktu dari Januari hingga 31 Oktober 2025, tercatat adanya 967 kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak di wilayah Aceh. Secara rinci, jumlah ini meliputi 193 korban laki-laki dan 817 korban Perempuan.

Luka fisik yang ditimbulkan oleh KDRT hanyalah sebagian dari permasalahan ini. Di balik setiap memar dan cedera, terdapat beban psikologis dan emosional yang seringkali jauh lebih berat. Namun, banyak korban KDRT, terutama perempuan, justru lebih memilih diam dan menanggung luka sendirian, karena rasa malu.

Sufrina Keumala Ayu, M.Ed selaku Konselor Puspaga Kota Banda Aceh mengatakan bahwa alasan korban KDRT menyembunyikan kekerasan yang dialaminya karena merasa malu dan menimbulkan aib. “Secara psikologisnya, korban menyembunyikan kasus KDRT yang dialami karena perasaan malu meliputi, malu dianggap rumah tangganya gagal, malu kepada keluarganya dan malu kepada anak-anaknya,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Senin (10/11/2025).

Korban kerap berbohong dengan mengaku terjatuh, terpeleset di kamar mandi atau terbentur, yang pada kenyataannya cedera tersebut akibat pukulan pelaku. Mereka khawatir kerahasian mereka bocor, identitas tersebar, dan takut dicap gagal dalam berumah tangga.

Untuk mengatasi ketakutan akan aib ini, perlu diberikan pemahaman kepada korban/pasien akan pentingnya jaminan kerahasiaan dan tidak akan menyebarkan informasi ke pihak manapun. Tim medis atau konselor yang mendampinginya perlu melakukan pendekatan secara emosional terus menerus agar korban merasa aman dan terbuka, sehingga mau menceritakan kejadian sebenarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dari sisi konseling, bantuan yang diberikan berupa penguatan emosional. “Kita memberikan penguatan, karena biasanya korban merasa orang yang melakukan aib, padahal ‘kan mereka bukan pelaku. kemudian memberikan edukasi kepada keluarga korban, agar mereka mengerti bahwa yang menimpa korban bukanlah hal yang memalukan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....