MBG di Sabang Tembus 10.404 Penerima

  • 31 Agt 2026 18:04 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sabang terus memperluas jangkauan penerima manfaat. Hingga kini, program tersebut telah melayani 10.404 penerima melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Capaian itu menunjukkan perkembangan layanan MBG sejak pertama kali beroperasi di Sabang pada Februari 2025. Perluasan penerima juga berjalan seiring bertambahnya dapur penyedia makanan bergizi di sejumlah wilayah.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Sabang, Yuni Karnisa, mengatakan penerima manfaat berasal dari kelompok anak sekolah serta masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Jadi di tiap SPPG itu melayani anak sekolah mulai TK, PAUD hingga SMA. Kemudian ada juga kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Yuni Senin 31 Agustus 2026.

SPPG Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, menjadi unit pertama yang beroperasi pada Februari 2025. Layanan kemudian diperluas melalui SPPG Sukajaya Ie Meulee pada Maret 2025 dan SPPG Sukajaya Cot Abeuk pada Oktober 2025.

Saat ini, SPPG Kuta Barat Sukakarya melayani 3.359 penerima manfaat. SPPG Sukajaya Ie Meulee melayani 3.545 penerima, sedangkan SPPG Sukajaya Cot Abeuk melayani 3.500 penerima.

Penerima manfaat mencakup peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMA. Selain itu, layanan juga diberikan kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai sasaran program.

Meski cakupan penerima telah menembus 10 ribu orang, layanan MBG di Kota Sabang belum sepenuhnya merata. Kecamatan Sukamakmue masih menunggu operasional dapur MBG untuk menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.

Kondisi ini menjadi tantangan berikutnya dalam pengembangan program MBG di Sabang. Penambahan jumlah penerima perlu diikuti dengan perluasan layanan agar masyarakat di seluruh kecamatan memiliki akses yang lebih setara.

Pengoperasian dapur MBG di Sukamakmue diharapkan dapat segera dipercepat. Dengan demikian, capaian program tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah penerima, tetapi juga dari semakin luasnya wilayah yang mendapatkan layanan.

Pemerataan tersebut penting agar program pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. Terutama kelompok sasaran yang berada di wilayah yang hingga kini belum masuk dalam jangkauan layanan MBG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....