Satu Dapur MBG Sabang Kantongi Sertifikat Laik Sanitasi

  • 05 Agt 2026 01:54 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Program Makan Bergizi Gratis di Kota Sabang mulai menunjukkan kemajuan dari sisi kesiapan sarana pendukung. Dinas Kesehatan Kota Sabang menyatakan satu dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah memenuhi standar kesehatan lingkungan setelah melalui proses pembinaan dan pemeriksaan yang berlangsung hampir satu tahun.

Koordinator Tim IKL melalui Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Pertama Dinas Kesehatan Kota Sabang, Ade Indriharyanti Pertiwi, SKM, mengatakan proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tidak dilakukan secara instan. Setiap dapur harus melewati tahapan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), melaksanakan seluruh rekomendasi perbaikan, melengkapi hasil uji laboratorium, hingga memastikan penjamah pangan telah memiliki sertifikat pelatihan.

"Prosesnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Kami sudah melakukan tiga kali Inspeksi Kesehatan Lingkungan. Setiap selesai pemeriksaan kami memberikan rekomendasi, kemudian pengelola melakukan perbaikan sebelum kami melakukan inspeksi kembali," kata Ade kepada RRI, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, inspeksi terakhir dilakukan pada Senin lalu setelah pengelola menyampaikan seluruh rekomendasi telah dipenuhi. Hasil pemeriksaan menunjukkan perubahan yang signifikan dibandingkan kondisi awal sehingga dapur tersebut dinilai layak dari aspek sanitasi dan higiene.

Diterangkan, Perbaikan yang dilakukan antara lain penyediaan loker bagi petugas, pengaturan ulang jalur masuk operasional dari bagian belakang bangunan agar alur kerja lebih higienis, serta penyempurnaan fasilitas pendukung sesuai standar kesehatan lingkungan. Sistem pengolahan limbah juga telah dibangun dengan tiga tahapan penyaringan sebelum dialirkan ke septic tank.

"Kami melihat perubahan yang sangat signifikan. Pengelolaan limbah juga sudah sesuai karena melalui beberapa tahapan pengolahan sebelum masuk ke septic tank. Persyaratan lain seperti hasil uji laboratorium dan sertifikat penjamah pangan juga sudah dilengkapi," ujarnya.

Ade menjelaskan, pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan bukan sekadar menilai kelengkapan administrasi, tetapi memastikan dapur yang akan memproduksi makanan bagi ribuan penerima manfaat MBG benar-benar aman dari risiko pencemaran dan memenuhi prinsip keamanan pangan.

Tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sabang yang menangani proses tersebut terdiri atas Hasmaizar, SKM, dan Nurbahri, AMKL, serta didampingi dua petugas dari Puskesmas Balohan sesuai wilayah kerja lokasi SPPG.

"SPPG yang telah memenuhi standar kesehatan lingkungan itu adalah SPPG Cahaya Kurnia Permata yang berlokasi di Desa Keneukai, Kecamatan Sukajaya. Dapur tersebut menjadi SPPG pertama di Kota Sabang yang dinyatakan memenuhi persyaratan higiene sanitasi setelah melalui tiga kali Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan serangkaian perbaikan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan," terangnya.

Hingga saat ini, baru satu dari tiga dapur MBG di Kota Sabang yang telah memenuhi standar kesehatan lingkungan. Sementara dua dapur lainnya masih dalam proses melengkapi berbagai persyaratan teknis untuk dapat memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....