Pengembangan Nilam Dongkrak Ekonomi Petani Bateshok
- 31 Jul 2026 21:07 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Tanaman nilam kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang terus dikembangkan di Gampong Bateshok, Kota Sabang. Selain memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan, komoditas tersebut juga mulai menjadi sumber pendapatan baru bagi puluhan petani di gampong setempat.
Keuchik Gampong Bateshok, Ridwan, mengatakan saat ini sekitar 80 petani aktif membudidayakan nilam dengan luas lahan mencapai kurang lebih 40 hektare. Minat masyarakat untuk menanam nilam terus meningkat seiring membaiknya harga jual di pasaran.
"Sekarang sudah ada sekitar 80 petani nilam dengan luas lahan sekitar 40 hektare. Alhamdulillah harga nilam mulai membaik sehingga masyarakat semakin tertarik untuk mengembangkannya," kata Ridwan, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, harga minyak nilam saat ini berada di kisaran Rp1 juta per kilogram. Bahkan pada tahun lalu harga sempat menembus Rp2,2 juta per kilogram, sehingga memberikan keuntungan yang cukup besar bagi petani.
"Dulu harga sempat turun, sehingga petani kurang berminat. Sekarang harganya sudah kembali naik di kisaran Rp1 juta per kilogram, bahkan pernah mencapai Rp2,2 juta per kilogram. Kondisi ini tentu sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, Ridwan mengakui masih terdapat kendala dalam pengembangan nilam, yakni terbatasnya fasilitas penyulingan. Saat ini petani hanya mengandalkan satu unit ketel penyulingan sehingga antrean proses produksi dapat mencapai satu bulan.
Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak lainnya untuk menambah fasilitas penyulingan dan memperluas akses pemasaran. Dengan dukungan tersebut, komoditas nilam diyakini mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian di Gampong Bateshok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....