Pembangunan 12 Koperasi Merah Putih di Sabang Capai 90 Persen
- 31 Jul 2026 20:39 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Sabang terus menunjukkan perkembangan. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan di 12 gampong telah mencapai rata-rata 90 persen, dengan empat unit di antaranya telah rampung sepenuhnya.
Pasiter Kodim 0112/Sabang, Kapten Cba Siswanto mengatakan, empat Koperasi Merah Putih yang telah selesai dibangun berada di Gampong Curee, Balohan, Batee Shok, dan Kuta Barat.
"Dari 12 titik yang kita laksanakan pembangunannya, alhamdulillah sudah ada empat titik yang mencapai 100 persen. Secara keseluruhan progres pembangunan saat ini rata-rata sudah mencapai sekitar 82 persen," kata Siswanto Jumat 31 Juli 2026.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal. Kodim bersama pihak terkait menargetkan enam unit koperasi selesai pada 25 Juli 2026. Selanjutnya, hingga 30 Juli 2026 diupayakan sedikitnya delapan unit telah mencapai progres 100 persen.
Menurut Siswanto, dari total 18 gampong di Kota Sabang, baru 12 lokasi yang dapat dibangun karena telah memenuhi persyaratan lahan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan, enam gampong lainnya masih menunggu kepastian karena proses penyediaan lahan masih terus dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Sabang dan pemerintah pusat. Salah satu syarat utama pembangunan yakni tersedianya lahan seluas minimal 1.000 meter persegi yang layak dibangun.
"Sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait penyediaan lahan. Dua belas titik yang dibangun sekarang sudah memenuhi syarat, sedangkan enam titik lainnya masih menunggu petunjuk lebih lanjut," ujarnya.
Meski demikian, Siswanto menyebut pelaksanaan pembangunan secara umum tidak menghadapi kendala berarti. Hambatan yang muncul lebih banyak dipengaruhi kondisi geografis Sabang sebagai daerah kepulauan dan destinasi wisata.
Ia menjelaskan, distribusi material bangunan dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Sabang terkadang mengalami keterlambatan karena harus menyesuaikan dengan prioritas angkutan penumpang dan kebutuhan pokok masyarakat, terutama pada musim liburan. Selain itu, cuaca yang memasuki musim hujan juga memengaruhi penyelesaian sejumlah pekerjaan di lapangan.
"Kondisi cuaca membuat beberapa pekerjaan yang seharusnya selesai dalam beberapa hari harus disesuaikan kembali. Namun secara keseluruhan pembangunan tetap berjalan sesuai rencana," katanya.
Siswanto menambahkan, koordinasi dengan pemerintah gampong terus dilakukan sejak tahap penyediaan lahan hingga pembangunan fisik. Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa menjadi penting karena koperasi nantinya akan dikelola untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Ia berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi wadah penyerapan hasil pertanian maupun potensi ekonomi lainnya di setiap gampong sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Harapan kami program ini benar-benar memberi manfaat. Hasil pertanian dan potensi ekonomi masyarakat bisa diserap koperasi sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga telah menyiapkan skema pendampingan bagi setiap koperasi yang telah berdiri. Pendampingan akan dilakukan oleh tenaga yang ditunjuk pemerintah untuk membantu pengurus menjalankan koperasi hingga mampu beroperasi secara mandiri.
"Informasi yang kami terima, pendampingan akan dilakukan sekitar dua tahun. Pemerintah ingin memastikan koperasi benar-benar berjalan baik dan berkelanjutan sebelum sepenuhnya diserahkan kepada gampong," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....