Aceh Percepat Rehabilitasi Sawah Pascabencana, Dibantu Dukungan Kementan
- 23 Jul 2026 08:23 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Percepatan dimaksud dilakukan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi sawah yang dikoordinasikan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.
Menurut hal tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menilai upaya yang dilakukan Distanbun Aceh telah menunjukkan hasil positif. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, yang menyebut pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
"Salah satu indikator keberhasilan ini adalah dimulainya kembali gerakan tanam padi di lahan yang telah selesai dipulihkan. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, mewakili Gubernur Aceh meresmikan Gerakan Tanam Padi Perdana Pascabencana Hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 5 Juli 2026," kata Nurlis, Rabu 22 Juli 2026.
Menurut Nurlis, capaian tersebut turut berdampak pada meningkatnya dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian. Jika pada tahap pertama Pemerintah Aceh memperoleh bantuan senilai Rp380 miliar, maka pada tahap kedua nilainya meningkat menjadi Rp515 miliar.
Kata Nurlis, Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, melaporkan bencana hidrometeorologi mengakibatkan 57.485 hektare sawah terdampak. Dari jumlah tersebut, sekitar 27.437 hektare mengalami kerusakan ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, dan 120 hektare dinyatakan hilang.
Hingga saat ini, program optimasi lahan dan rehabilitasi telah berjalan atau sedang dilaksanakan pada lahan seluas sekitar 40.852 hektare, mencakup sawah dengan kategori rusak ringan hingga rusak berat. Sementara sekitar 16.633 hektare yang terdiri atas lahan rusak berat dan sawah hilang masih memerlukan penanganan lanjutan.
"Rehabilitasi sawah dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Distanbun Aceh, serta dinas pertanian kabupaten/kota di wilayah terdampak. Gubernur menginstruksikan Plt Kepala Distanbun Aceh untuk terus bekerja keras demi meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya mereka yang terdampak bencana,” kata Nurlis.
Selain itu, Mualem juga meminta Distanbun Aceh memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan agar seluruh program berjalan sesuai target.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....