Perkuat Ketahanan Pangan Dengan Semangat Gotong Royong

  • 11 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Ketahanan pangan merupakan fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Dengan tersedianya pangan yang cukup, aman dan bergizi serta mudah diakses oleh masyarakat luas akan menjadi faktor utama dalam menjaga hidup yang berkualitas.

Global Metuah Foundation (GMF) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ketahanan pangan melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah tantangan ekonomi serta dampak bencana yang masih dirasakan sebagian masyarakat Aceh.

Manajer Program GMF, Hidayatullah M. Nasir, mengatakan persoalan ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah maupun lembaga sosial secara sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar masyarakat mampu menghadapi ancaman krisis pangan.

"Bangsa ini berdiri dengan asas gotong royong. Persoalan ekonomi dan ketahanan pangan tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja. Semua elemen harus bergerak bersama," katanya dalam dialog Beranda Astacita Indonesia Cerdas di RRI Banda Aceh, Rabu 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan GMF lahir pada 2024 sebagai lembaga kemanusiaan yang berupaya menjembatani kolaborasi lokal dan internasional untuk membantu masyarakat Aceh. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan pangan melalui program pemberdayaan masyarakat, bantuan pangan, hingga dukungan kepada petani.

Menurut Hidayatullah, Aceh sebenarnya memiliki modal besar dalam mewujudkan ketahanan pangan karena masyarakat telah mewarisi budaya bertani dan memiliki lumbung pangan sejak lama. Namun, bencana yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan banyak petani kehilangan lahan, rumah, hingga cadangan pangan keluarga.

"Bencana menjadi momentum untuk menata kembali sistem ketahanan pangan kita. Banyak sawah belum bisa digarap sehingga banyak keluarga kehilangan sumber pangan utamanya," ujarnya.

GMF sendiri telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak, mulai dari paket sembako, makanan siap saji saat Ramadan, hingga distribusi hewan kurban yang sebagian besar berasal dari donatur luar negeri.Selain bantuan pangan, GMF juga menjalankan program pemberdayaan berupa bantuan bibit tanaman, pupuk, dan pendampingan bagi kelompok tani agar mampu kembali memproduksi pangan secara mandiri.

Hidayatullah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat sinergi sehingga Aceh tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi daerah pemasok komoditas pertanian bagi wilayah lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....