Transformasi Agribisnis Jadi Kunci Mengentaskan Kemiskinan Petani
- 12 Jun 2026 23:03 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Transformasi sektor agribisnis melalui hilirisasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Aceh. Meski sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar perekonomian daerah, manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan oleh para petani.
Dosen Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr. Elvrida, SP., MP., mengatakan kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh yang mencapai lebih dari 30 persen tidak otomatis meningkatkan pendapatan petani. “Kontribusi besar terhadap PDRB tidak otomatis berarti pendapatan petani meningkat. Aktivitas ekonominya besar, tetapi distribusi nilai ekonominya belum berpihak kepada petani,” katanya dalam perbincangan bersama RRI, Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, sebagian besar petani masih menjual hasil produksi dalam bentuk bahan mentah seperti gabah, kopi, kakao, pinang maupun ikan segar. Akibatnya, nilai tambah dari proses pengolahan justru dinikmati pihak lain di luar daerah.
Ia menjelaskan persoalan tersebut diperparah oleh dominasi usaha tani skala kecil, risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, serta minimnya perlindungan sosial bagi petani. “Ketika harga naik, yang menikmati bukan petani. Karena petani menjual dalam bentuk bahan mentah, sementara proses pengolahan dan pemasaran dilakukan pihak lain,” ujarnya.
Elvrida menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan hilirisasi komoditas unggulan Aceh seperti kopi, kakao, nilam, kelapa dan hasil perikanan. Dengan demikian, proses pengolahan dapat dilakukan di daerah sehingga nilai tambah ekonomi tetap berada di Aceh.
Generasi muda sangat penting terlibat dalam pengembangan agribisnis modern, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran berbasis daring. “Ukuran keberhasilan pertanian ke depan bukan hanya produksi yang tinggi, tetapi berapa banyak lapangan kerja berkualitas yang tercipta dan berapa besar kesejahteraan petani meningkat,” ungkapnya.
Selain hilirisasi, Elvrida menilai sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk mendorong transformasi sektor pertanian Aceh menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....