Dua Dapur MBG di Sabang Berhenti Operasi

  • 08 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sabang untuk sementara dihentikan akibat dana operasional dari BGN belum cair. Akibatnya, produksi dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan siswa penerima manfaat dan kelompok B3 belum dapat dilaksanakan.

Koordinator Wilayah BGN Sabang Yuni Karnisa mengatakan penghentian operasional mulai berlaku sejak Senin 8 Juni 2026. Dua SPPG yang terdampak berada di Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya, Kota Sabang.

"Untuk sementara dua SPPG di Sabang masih menunggu pencairan dana operasional. Jika dana masuk hari ini, maka operasional bisa kembali berjalan secepatnya," kata Yuni saat dikonfirmasi awak media Senin 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan penghentian layanan tersebut hanya bersifat sementara karena saldo Virtual Account (VA) sejumlah SPPG mulai menipis, sementara dana operasional periode berikutnya masih dalam proses pencairan oleh BGN. Lanjut Yuni, proses pencairan dana saat ini sedang berlangsung. Begitu dana diterima, pihak pengelola dapur akan segera melakukan pengadaan bahan baku dan memulai kembali produksi makanan bergizi.

"Pemberhentian operasional ini karena saldo dana operasional beberapa SPPG sudah menipis dan dana berikutnya belum masuk. Saat ini proses pencairan sedang berjalan," ujarnya.

Yuni menambahkan kondisi geografis Sabang sebagai wilayah kepulauan turut menjadi pertimbangan dalam percepatan operasional kembali. Sebagian besar bahan baku kebutuhan dapur masih didatangkan dari Banda Aceh sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk proses distribusi.

"Kalau dana ditransfer sore atau malam hari, kemungkinan operasional baru bisa kembali normal satu hingga dua hari berikutnya karena bahan baku banyak didatangkan dari Banda Aceh," katanya.

Kendati demikian, tidak seluruh dapur MBG di Sabang menghentikan pelayanan. Salah satu SPPG di wilayah Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, masih tetap beroperasi karena sebelumnya telah menerima tambahan dana operasional sehingga kegiatan produksi makanan bergizi dapat terus berjalan.

Hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian pencairan dana dari pusat. Pengelola berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan agar distribusi Program Makan Bergizi Gratis tidak mengalami gangguan berkepanjangan.

"Intinya kami menunggu dana masuk. Begitu dana diterima, operasional dapur langsung berjalan kembali dan distribusi MBG kepada siswa dan kelompok rentan dapat dilanjutkan," tutup Yuni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....