Panen Jagung di Paya Seunara, Sabang Dorong Swasembada Pangan
- 05 Mei 2026 17:14 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Panen jagung kwartal II yang dilakukan di Gampong Paya Seunara, Kota Sabang, menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, di lahan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) seluas 1 hektare, dengan hasil panen mencapai sekitar 1 ton jagung pipil.
Panen yang berlangsung di Jurong Kampung Dalam tersebut menunjukkan optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di tingkat gampong. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Sabang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Wakil Wali Kota Sabang menegaskan, pengembangan komoditas jagung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. Menurutnya, hasil pertanian tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi petani.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan masyarakat Sabang menuju swasembada pangan. Apa yang kita lakukan hari ini untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat, supaya kita bisa swasembada di daerah. Hasil jagung ini bisa dimanfaatkan atau dijual untuk membeli beras guna mencukupi kebutuhan sehari-hari petani,” ujar Suradji, Selasa 5 Mei 2026.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian melalui berbagai program, seperti bantuan bibit, pembinaan, dan pendampingan kepada petani. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Suradji menekankan pentingnya keberlanjutan program ketahanan pangan agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sehingga mampu menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi petani.
“Kegiatan ini harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Jangan hanya sekali panen lalu berhenti, tapi benar-benar menjadi sumber penghasilan yang meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BUMG Paya Seunara, Mawardi, menjelaskan bahwa lahan seluas 1 hektare yang dimanfaatkan dalam program ini mampu menghasilkan sekitar 1 ton jagung pipil. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang terlibat.
Menurutnya, hasil panen tersebut telah ditampung dengan harga sekitar Rp5.500 per kilogram dan dipasarkan di wilayah Sabang. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan melalui budidaya jagung pipil serta pola tumpangsari dengan komoditas lain seperti timun, semangka, dan cabai guna meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....