Kacang Koro Perkuat Ekonomi Petani Dari Panen Berkelanjutan
- 03 Mei 2026 18:01 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Budidaya kacang koro pedang kian menunjukkan dampak positif bagi perekonomian petani. Selain dapat dipanen secara berulang, komoditas lokal ini juga dinilai mampu menjadi alternatif pengganti kedelai impor, khususnya untuk kebutuhan produksi tempe.
Di Desa Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, seorang petani bernama Zulfikar merasakan langsung manfaat dari budidaya kacang koro yang telah ia jalankan selama enam bulan terakhir.
“Kacang koro ini sangat membantu kami para petani. Selain bisa mengurangi ketergantungan pada kacang kedelai impor, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk bahan tempe dari produksi lokal,” kata Zulfikar, Minggu (3 Mei 2026)
Zulfikar menjelaskan, sistem panen berulang menjadi salah satu keunggulan utama tanaman kacang koro pedang. Dengan modal awal sekitar 5 kilogram benih untuk lahan seluas satu hektare, ia mampu melakukan panen secara rutin setiap minggunya.
“Setiap tiga hari sekali kami panen, hasilnya bisa mencapai 30 sampai 40 kilogram. Ini yang membuat hasilnya terus mengalir,” tambahnya.
Dari hasil panen tersebut, kacang koro dijual dengan harga sekitar Rp 280 ribu/hasil panen. Dalam satu bulan, Zulfikar mengaku dapat memperoleh pendapatan hingga Rp 2-3jt. Tentunya, dari hasil panen tersebut sangat membantu perekonomian petani.
Sejak awal penanaman hingga saat ini, Zulfikar mencatat telah melakukan penjualan sebanyak 15 kali. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya kacang koro tidak hanya mudah dilakukan, tetapi juga memberikan keuntungan yang berkelanjutan.
“Selama enam bulan ini sudah sekitar lima belas kali jual. Karena panennya berulang, jadi hasilnya terasa terus.”
Dengan potensi tersebut, kacang koro diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu memperkuat ekonomi petani sekaligus mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....