Musim Kemarau, Petani Cabai Cot Ba’u Butuh 8 Ton Air per Hari

  • 30 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir membuat petani cabai di BUMG Gampong Cot Ba’u meningkatkan intensitas penyiraman tanaman demi menjaga pertumbuhan tetap optimal. Cuaca panas ekstrem mendorong petani harus bekerja ekstra agar ribuan batang cabai tetap subur dan tidak mengalami kekeringan.

Petani cabai BUMG Gampong Cot Ba’u, Muhammad Yani, saat ditemui RRI mengatakan, dalam kondisi kemarau seperti saat ini penyiraman dilakukan hingga tiga kali sehari. Penyiraman dilakukan pagi, siang, dan malam hari, bahkan setelah salat Isya, karena kebutuhan air menjadi faktor utama bagi pertumbuhan tanaman cabai.

"Pada cuaca normal tanaman cabai biasanya hanya disiram satu hingga dua kali sehari. Namun tingginya suhu udara selama musim kemarau membuat kebutuhan air meningkat drastis sehingga frekuensi penyiraman harus ditambah untuk menjaga kualitas tanaman tetap baik," terang M. Yani, Kamis 30 April 2026.

Ia menjelaskan, seluruh proses penyiraman masih dilakukan secara manual menggunakan selang. Dengan jumlah sekitar 13 ribu batang cabai yang dikelola, kebutuhan air mencapai sekitar 8 ton per hari untuk tiga kali penyiraman agar seluruh tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup.

"Untuk memenuhi kebutuhan, kami pakai air PDAM yang ditampung terlebih dahulu. Air kita tampung dari malam sampe pagi, kemudian digunakan kembali keesokan paginya untuk menyiram seluruh lahan cabai secara bertahap," kata Yani.

Muhammad Yani menambahkan, perawatan intensif yang dilakukan sejauh ini membuahkan hasil positif. Meski menghadapi cuaca panas, kondisi tanaman cabai di BUMG Gampong Cot Ba’u tetap terjaga dengan baik dan menunjukkan pertumbuhan yang bagus berkat perhatian penuh terhadap kebutuhan air.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....