Festival Kuta Barat Wujudkan Visi Pariwisata
- 27 Apr 2026 22:45 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Festival Gampong Kuta Barat 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya dan kuliner tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mendorong sektor pariwisata di Kota Sabang. Kegiatan yang digelar di kawasan Dermaga CT1 BPKS Sabang itu mempertemukan jajaran pemerintah, pelaku UMKM serta segenap elemen masyarakat terutama generasi muda dalam satu panggung yang sama.
Dalam konteks pembangunan daerah, festival ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Sabang yang mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota DPRK Sabang Siddik Indra Fajar menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Kuta Barat merupakan implementasi konkret dari visi tersebut.
“Festival ini mengikuti arahan dan visi misi wali kota dan wakil wali kota bahwa Sabang adalah kota pariwisata yang harus terus kita galakkan. Kita sadar bahwa sumber terbesar PAD Sabang berasal dari sektor pariwisata,” ujar Siddiq Senin 27 April 2026.
Selaku anak muda Kuta Barat yg kini duduk di kursi DPRK Sabang, dirinya menilai penguatan sektor pariwisata tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai aktor utama di lapangan. Festival seperti ini, menurutnya, menjadi contoh bagaimana masyarakat dapat mengambil peran langsung dalam pembangunan ekonomi daerah.
Siddiq menilai Festival Kuta Barat tidak cuma jadi hiburan tapi juga jadi ajang untuk mempererat kebersamaan dan membangun rasa saling peduli yang memiliki nilai dalam membangun fondasi sosial masyarakat.
“Festival ini merupakan salah satu kegiatan seni yang menggabungkan potensi dari empat jurong sekaligus. Ini juga menjadi ruang untuk mencari dan menampilkan bakat-bakat masyarakat Kuta Barat yang selama ini terpendam,” katanya.
Lebih lanjut, Siddiq menegaskan keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam mengembangkan sektor pariwisata ke depan. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton tetapi mampu mengambil peran sebagai pelaku utama dalam ekonomi kreatif.
“Ketika masyarakat terlibat aktif, maka dampak ekonomi dari sektor pariwisata akan lebih terasa secara langsung, mulai dari peningkatan pendapatan UMKM hingga terbukanya peluang usaha baru,” sambungnya.
Siddiq berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Ia menilai konsistensi menjadi kunci agar festival mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian masyarakat.
“Kalau ini terus dikembangkan, Sabang tidak hanya dikenal karena alamnya, tetapi juga karena kekuatan budaya dan kreativitas masyarakatnya,” katanya.
Dengan mengedepankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat, Festival Gampong Kuta Barat 2026 menjadi gambaran bagaimana visi pariwisata daerah dapat diimplementasikan dan diharapkan mampu memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi wisata unggulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....