BUMG Cot Ba’u Lanjutkan Tahap Kedua Budidaya Itik untuk Ketahanan Pangan

  • 13 Mar 2026 23:55 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang kembali melanjutkan program budidaya itik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa. Program tersebut kini memasuki tahap kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahap awal sebagai masa pembelajaran bagi pengelola dan peternak.

Direktur BUMG Cot Ba’u, Hendra Noviar, mengatakan kegiatan pemeliharaan budidaya itik tahap kedua mulai dijalankan setelah tahap pertama dimulai pada Juni 2025. Pada tahap kedua ini, pihaknya memulai kembali pembibitan dengan jumlah sekitar 70 ekor itik.

Menurut Hendra, program tersebut akan terus dilanjutkan hingga mampu memberikan hasil maksimal bagi ketahanan pangan masyarakat gampong. Ia menegaskan BUMG berkomitmen mengembangkan usaha peternakan tersebut secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah untuk pemeliharaan ini kita sudah masuk tahap ke dua. Awalnya kita mulai dari bulan eman, 2025. Ini kita di tahap ke dua kita mulai dengan 70 ekor, dan ini akan kita lanjut sampai selanjutnya kegiatan ketahan pangan ini mencapai tingkat maksimal,” kata Hendra, Jumat, 13 Maret 2026.

Bibit itik yang digunakan dalam program ini dibeli langsung dari Banda Aceh dan diambil sendiri oleh pengelola. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi bibit tetap sehat selama perjalanan menuju Sabang.

Hendra menjelaskan, jika bibit dikirim melalui jasa pengiriman, dikhawatirkan kondisinya tidak lagi maksimal saat tiba di lokasi. Karena itu, pengelola memilih mengambil langsung bibit guna memastikan kualitas dan kesehatan ternak tetap terjaga.

Sementara itu, peternak Taslim mengatakan selama menjalankan budidaya itik bersama BUMG Cot Ba’u, tidak ada kendala besar yang dihadapi. Menurutnya, kendala kecil seperti kematian bibit terkadang terjadi, terutama karena faktor perjalanan saat membawa bibit ke Sabang yang merupakan wilayah kepulauan.

“Alhamdulillah sampai tahap ke dua ini pun kita belum mendapati kendala. Kalau kendala kecil mungkin ada saat bibit dibawa dari Banda Aceh ke Sabang, mungkin ada bibit yang mati. Kalau yang lain dalam pemeliharaan itu tidak ada,” kata Taslim.

Taslim menambahkan, budidaya itik yang sedang berjalan saat ini merupakan tahap kedua dengan jumlah 70 ekor, setelah sebelumnya dilakukan pemeliharaan sebanyak 100 ekor. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat gampong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....