Petani Milenial Sabang Ikut Gerakkan Ketahanan Pangan

  • 12 Nov 2025 00:36 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Semangat petani muda di Kota Sabang terus tumbuh seiring dengan dorongan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Di tengah geliat itu, muncul generasi baru yang mulai menjadikan sektor pangan sebagai ladang usaha untuk masa depan.

Salah satunya seperti yang dilakukan Zulfikar petani milenial asal Gampong Beurawang Kecamatan Sukajaya Kota Sabang yang terus fokus mengembangkan tanaman hortikultura di lahan miliknya.

Di kawasan perbukitan Beurawang, lahan yang dikelolanya terlihat subur dengan hamparan tanaman cabai dan sayuran. Dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, Zulfikar memilih mengelola pertanian secara mandiri. Ia menerapkan sistem tanam cepat panen seperti cabai dan jagung yang bisa dipetik hasilnya dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Pertanian sekarang sudah bisa dikelola dengan cara yang lebih modern. Kalau ditekuni dengan serius ya pasti hasilnya sangat menjanjikan,” ujar Zulfikar saat ditemui RRI di kebunnya, Selasa (11/11/2025).

Pemuda berumur 27 tahun itu menilai sektor pertanian bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi anak muda. Semangat dan tekad generasi muda, kata dia, harus menjadi dorongan dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto sudah mencanangkan agar Indonesia segera mencapai swasembada pangan. Karena itu, pemuda harus punya tekad besar untuk ikut membantu agar bangsa ini,” tambahnya.

Semangat petani muda seperti Zulfikar sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan kemandirian petani di seluruh daerah. Program tersebut menitikberatkan pada ketersediaan lahan produktif serta regenerasi petani.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia petani di Indonesia kini mencapai 52 tahun. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian. Oleh karenanya, peran petani milenial menjadi sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga produktivitas pertanian di daerah.

Zulfikar menuturkan, banyak lahan di Sabang yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi kebun produktif jika dikelola dengan sistem yang tepat. Selain bisa membantu menjaga ketersediaan pangan di tingkat daerah, langkah itu juga dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat.

“Sabang punya lahan yang subur dan iklim yang mendukung untuk bertani. Kalau kita mau, hasilnya bisa sangat baik. Tinggal bagaimana kemauan dan keseriusan generasi muda untuk turun langsung,” tambahnya.

Zulfikar juga berharap dukungan dari pemerintah daerah baik dalam bentuk pelatihan maupun akses ke permodalan. Hal itu akan sangat membantu petani milenial dalam mengembangkan usaha mereka.

"Semoga aja semakin banyak pemuda di Sabang yang ikut menekuni dunia pertanian agar potensi lahan di pulau terluar Aceh ini dapat dimanfaatkan secara maksimal," katanya mengakhiri wawancara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....