ORARI dan RAPI Sabang Siaga Dukung Komunikasi Posko Ketupat 2026

  • 18 Mar 2026 15:25 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Sabang bersama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Sabang berkolaborasi mendukung kelancaran komunikasi Posko pelayan publik. Dukungan dimaksud difokuskan di sejumlah lokasi, terutama Posko Ketupat tahun 2026 di sejumlah titik strategis di Kota Sabang.

Wakil Ketua ORARI Lokal Kota Sabang Iskandar (YD6ASL) kepada RRI mengatakan, kesiapsiagaan pihaknya difokuskan pada sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama ke Kota Sabang. Menurutnya, ORARI menempatkan personel di pos terpadu pelabuhan guna membantu kelancaran komunikasi selama arus mudik dan libur Lebaran.

"ORARI juga menyiagakan personel di beberapa titik wisata yang diperkirakan ramai pengunjung, seperti di kawasan Pantai Teupin Layeu Iboih serta di depan kawasan Rubiah Tirta. Sementara untuk wilayah dalam kota, anggota ORARI kita sebar secara individu agar pemantauan komunikasi dapat menjangkau berbagai titik secara lebih luas," kata Iskandar, Rabu, 18 Maret 2026.

Iskandar menambahkan, pihaknya menurunkan sekitar sepuluh personel yang akan bergantian memantau situasi melalui frekuensi radio. Ia menegaskan meskipun berada di momentum Hari Raya Idulfitri, para anggota tetap bersiaga di frekuensi untuk memastikan komunikasi tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu Ketua RAPI Kota Sabang Agus Halim mengatakan, pihaknya juga meminta seluruh anggota untuk tetap siaga memantau perkembangan arus mudik dan arus balik di wilayah Sabang. Menurutnya, komunikasi radio menjadi bagian penting dalam membantu pemantauan kondisi di lapangan selama masa libur Lebaran.

"RAPI Sabang juga menempatkan personel di pos pelabuhan yang menjadi salah satu titik utama pemantauan. Penempatan petugas kita lakukan melalui sistem jadwal piket agar komunikasi tetap berjalan selama jam operasi di posko terpadu," ujar Agus Halim

Ia menambahkan, secara keseluruhan terdapat sekitar 15 anggota yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Namun setiap harinya hanya dua hingga tiga orang yang bertugas di posko terpadu untuk memantau situasi dan menjaga komunikasi tetap aktif selama pelaksanaan Posko Ketupat 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....