LAKB Perkuat Konsolidasi, Siapkan Program Pelestarian Budaya Betawi

  • 06 Okt 2026 14:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mengembangkan adat serta kebudayaan Betawi di tengah perubahan Jakarta.
  • Forum tersebut diharapkan dapat merumuskan program kerja yang terarah dan terukur sekaligus menjawab tantangan pelestarian kebudayaan Betawi.
  • Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) mulai melakukan konsolidasi internal sekaligus membangun kelembagaan organisasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) mulai melakukan konsolidasi internal sekaligus membangun kelembagaan organisasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mengembangkan adat serta kebudayaan Betawi di tengah perubahan Jakarta.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat perdana LAKB setelah pengukuhan Dewan Adat. Rapat dipimpin langsung Ketua Dewan Adat LAKB Datuk Mualim Ahlul Adat H. Fauzi Bowo, didampingi Wakil Ketua Dewan Adat LAKB H. Riano P Ahmad.

"Rapat perdana setelah pengukuhan Dewan Adat ini menjadi langkah awal untuk memperkuat konsolidasi sekaligus membangun kelembagaan organisasi yang lebih solid," kata Fauzi Bowo di Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026. Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari konsolidasi organisasi, penguatan internal, hingga pemantapan peran kelembagaan LAKB.

Menurut Fauzi, penguatan organisasi menjadi bagian penting untuk memastikan LAKB mampu menjalankan perannya dalam menjaga dan mengembangkan adat serta kebudayaan Betawi.

Salah satu agenda yang menjadi fokus pembahasan adalah persiapan Rapat Kerja LAKB.

Forum tersebut diharapkan dapat merumuskan program kerja yang terarah dan terukur sekaligus menjawab tantangan pelestarian kebudayaan BetawiForum tersebut diharapkan dapat merumuskan program kerja yang terarah dan terukur sekaligus menjawab tantangan pelestarian kebudayaan Betawi di tengah dinamika dan perubahan Jakarta. "Selain agenda organisasi, rapat juga membahas berbagai isu kebetawian yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo.

Ia menilai pembahasan berbagai persoalan kebetawian penting dilakukan karena lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai, tradisi, sejarah, identitas, dan kebudayaan Betawi agar tetap hidup serta berkembang mengikuti perubahan zaman.

Perkuat Kelembagaan

Foke mengatakan konsolidasi internal juga menjadi perhatian dalam rapat perdana tersebut. Koordinasi antarelemen organisasi perlu diperkuat untuk membangun kesamaan visi dan membuat LAKB lebih optimal menjalankan fungsi kelembagaannya.

Rapat perdana itu sekaligus menjadi fondasi awal bagi LAKB dalam menyusun agenda organisasi ke depan. "Penguatan kelembagaan diarahkan agar adat dan kebudayaan Betawi memiliki ruang yang kuat dalam perkembangan Jakarta," kata Foke.

LAKB menegaskan komitmennya untuk terus merawat adat dan tradisi Betawi, memperkuat kelembagaan. Serta mendorong kebudayaan Betawi tetap relevan dan berkembang sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Jakarta.

Dengan konsolidasi tersebut, LAKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam memastikan nilai dan kebudayaan Betawi tetap memiliki tempat dalam perkembangan Jakarta sebagai kota yang terus berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....