Tarian Semarak Jali-Jali Betawi Pecahkan Rekor MURI di IICF 2026

  • 13 Sep 2026 08:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 2.713 penari dari 12 negara berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pertunjukan Tarian Semarak Jali-Jali Betawi.
  • Pertunjukan ini menjadi rangkaian utama 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 yang diselenggarakan di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.
  • IICF 2026 didukung oleh berbagai institusi pemerintah termasuk Kementerian Pariwisata, Kemendagri, Kementerian Kebudayaan, Pemprov DKI Jakarta, Djarum Foundation, dan Wisata Ancol.

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 2.713 penari dari 12 negara memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pertunjukan Tarian Semarak Jali-Jali Betawi. Tarian ini tersaji dalam gelaran 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.

Pertunjukan tersebut menjadi salah satu rangkaian utama IICF 2026 yang diinisiasi Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia). Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kemendagri, Kementerian Kebudayaan, Pemprov DKI Jakarta, Djarum Foundation, serta Wisata Ancol.

Ribuan peserta hadir berasal dari 12 negara, yakni Amerika Serikat, Rusia, Polandia, Mongolia. Lalu dari Korea Selatan, India, Filipina, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, Turki, dan Indonesia.

Humas Ancol Taman Impian, Daniel Windriatmoko, mengatakan penyelenggaraan IICF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Khususnya kepada masyarakat internasional melalui kolaborasi seni dan budaya yang melibatkan peserta dari berbagai negara.

“Ancol mendukung IICF 2026 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkenalkan dan mengemas kekayaan tradisi Nusantara secara kreatif dan autentik. Pemecahan rekor ini juga menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi bagian dari perhelatan internasional,” ujar Daniel, dalam keterangannya, Minggu, 13 September 2026.

Menurut Daniel, kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen Ancol untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya memberikan hiburan. Tetapi juga memiliki nilai edukasi melalui seni, budaya, dan pengetahuan.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya Indonesia. Kami ingin Ancol menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya Nusantara,” katanya.

IICF 2026 mengusung semangat pelestarian budaya, keberagaman, dan olahraga. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan dapat memperluas pertukaran budaya.

Selain pemecahan rekor MURI Tarian Semarak Jali-Jali Betawi, IICF 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan. Pada 12 September digelar International Dance Competition, Drawing Coloring Competition, dan Face Painting.

Sementara pada 13 September 2026, rangkaian acara dilanjutkan dengan International Beach Parade Competition. Kemudian Solo Dance Competition, serta Bazaar dan Multi Produk UMKM.

Festival ini turut menghadirkan juri internasional dari International of Folklore Festivals Organization (IOFF). Untuk mendukung penilaian dalam berbagai kompetisi yang digelar.

IICF 2026 juga diharapkan memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi budaya dunia.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadikan Jakarta, khususnya Ancol, sebagai destinasi berkelas internasional. Yang mampu menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan,” ucap Daniel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....