44 Tahun Bamus Betawi, Ketum Riano Tekankan Kekompakan Menatap Jakarta 500 Tahun

  • 30 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Memasuki usia 44 tahun, Bamus Betawi menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi sekaligus memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.
  • Riano mengatakan, usia 44 tahun menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.
  • Momentum menuju usia 500 tahun Jakarta, warga Betawi dituntut untuk mengambil peran dalam arah pembangunan Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki usia 44 tahun, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi. Sekaligus memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi di tengah perubahan Jakarta sebagai kota global.

Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad mengatakan, perjalanan 44 tahun bukanlah waktu yang singkat. Berbagai dinamika yang telah dilewati menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar Betawi.

“Selama 44 tahun ini kita bisa melewati berbagai dinamika dengan baik. Alhamdulillah, hari ini dibuktikan dengan kekompakan seluruh pengurus dan seluruh keluarga besar Betawi,” ujar Riano pada peringatan HUT ke-44 Bamus Betawi, Minggu 29 September 2026.

Kini, kata Riano, di usianya yang tak lagi muda, Bamus Betawi menghadapi pekerjaan yang tidak ringan. Di tengah perubahan Jakarta sebagai kota global dan momentum menuju usia 500 tahun, warga Betawi dituntut tidak sekadar mempertahankan eksistensi, tetapi memastikan budaya dan masyarakat Betawi tetap mengambil peran dalam arah perkembangan Jakarta.

Riano mengatakan, usia 44 tahun menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan. Menurutnya, berbagai dinamika yang dilalui Bamus Betawi selama lebih dari empat dekade harus menjadi pengalaman untuk memperkuat konsolidasi, bukan menjadi sumber perpecahan.

Bagi Riano, kekompakan menjadi salah satu modal utama Bamus Betawi untuk menghadapi perubahan Jakarta. Kebersamaan, kata dia, tidak boleh hanya terlihat saat organisasi menggelar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kekuatan dalam menjalankan organisasi sehari-hari.

“Kekompakan ini jangan hanya karena ada acara, kebersamaan ini harus terus kita pelihara. Kita harus terus menerima inspirasi, masukan, serta nasihat dari para orang tua dan tokoh Betawi,” katanya.

Riano menegaskan, tantangan Bamus Betawi bukan hanya mempertahankan budaya Betawi agar tidak tergerus perubahan zaman. Budaya Betawi harus terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari wajah Jakarta yang semakin terbuka sebagai kota global.

Karena itu, keberadaan lembaga adat dan kebudayaan dinilai penting untuk memperkuat eksistensi budaya Betawi. Bamus Betawi terus mendorong terbentuknya wadah yang dapat menjaga sekaligus mengembangkan adat dan kebudayaan Betawi.

Posisi tersebut, menurut Riano, juga sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 yang menempatkan Bamus Betawi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

Riano mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta dan jajaran perangkat daerah, terutama bidang kebudayaan, terhadap berbagai kegiatan Bamus Betawi.

“Terima kasih kepada Pemerintah DKI Jakarta dan seluruh perangkat daerahnya. Khususnya bidang kebudayaan, yang tidak pernah bosan memberikan dukungan demi kemajuan organisasi,” ucap Riano yang juga Anggota DPRD DKI itu.

Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang menjadi salah satu landasan dalam penguatan budaya Betawi. Menurut Riano, budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta harus terus dikembangkan bersama kebudayaan lain yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat ibu kota.

Menatap tantangan tersebut, Bamus Betawi juga melakukan pembenahan dari dalam. Riano mengungkapkan evaluasi kepengurusan telah dilakukan terhadap pengurus yang tidak aktif maupun dinilai kurang produktif.

Hasil evaluasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengesahan struktur kepengurusan baru. “Evaluasi sudah kita jalankan. Pengurus yang tidak aktif maupun yang kinerjanya kurang telah kita evaluasi. Kepengurusan struktural yang baru hasil evaluasi juga sudah disahkan,” ujarnya.

Pembenahan itu menjadi bagian dari konsolidasi organisasi agar Bamus Betawi memiliki struktur yang lebih aktif dan siap bekerja menghadapi agenda-agenda ke depan.

Bagi Riano, organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur. Setiap pengurus harus memiliki komitmen untuk bekerja bersama dan memberikan kontribusi nyata.

Jakarta Menuju 500 Tahun

Lebih jauh, Riano menambahkan, momentum terbesar yang kini berada di depan mata adalah usia Jakarta yang akan memasuki 500 tahun pada 2027. Ia menyebut momentum lima abad Jakarta harus menjadi perhatian serius masyarakat Betawi.

Perubahan status dan posisi Jakarta sebagai kota global akan membawa dinamika baru yang juga harus direspons masyarakat Betawi.

“Banyak pekerjaan rumah kita ke depan. Bagaimana nantinya menghadapi Jakarta sebagai kota global dan yang paling penting tahun depan Jakarta akan berusia 500 tahun. Warga Betawi harus bisa memberikan kontribusi positif,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa masyarakat Betawi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan Jakarta.

Riano mendorong warga Betawi mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.

Dengan begitu, keberadaan masyarakat Betawi tidak hanya dikenang melalui simbol dan tradisi. Tetapi juga terlihat dalam kontribusi nyata terhadap perkembangan Jakarta.

Kerja Kolektif Jadi Kunci

Riano menyadari pekerjaan besar tersebut tidak mungkin ditangani Bamus Betawi sendirian. Konsolidasi harus melibatkan seluruh pengurus, organisasi masyarakat Betawi, tokoh, anggota, hingga berbagai elemen masyarakat.

Kekompakan menjadi kunci agar agenda pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat Betawi dapat berjalan beriringan dengan perubahan Jakarta.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri, kerja kolektif tentunya akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” kata Riano. Karena itu, peringatan HUT ke-44 Bamus Betawi tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi selama empat dekade lebih.

Momentum tersebut juga menjadi titik konsolidasi untuk menghadapi babak baru Jakarta. “Bamus Betawi harus bersatu agar tetap terus berkembang,” ucap Riano.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....