WALHI Jabar: EIGER Nature Berpotensi Jadi Contoh Pengelolaan Alam
- 05 Okt 2026 01:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bogor - WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan EIGER Nature dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan berkelanjutan. Apresiasi tersebut disampaikan setelah WALHI Jawa Barat kembali mengunjungi kawasan untuk melihat perkembangan pengelolaan secara langsung.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai masukan sebelumnya telah ditindaklanjuti pengelola EIGER Nature secara nyata. Pertemuan turut melibatkan akademisi, pakar, dan media sebagai bagian pertukaran informasi mengenai pengelolaan kawasan berbasis alam berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menilai keterbukaan pengelola menerima masukan menjadi hal positif. “Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen,” ujar Wahyudin Iwang.
Menurutnya, sikap terbuka tersebut membuat WALHI Jawa Barat terus menyampaikan pandangan kepada pengelola. “Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik, jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” kata dia.
Ia juga mengatakan kunjungan terbaru dilakukan untuk melihat langsung tindak lanjut berbagai masukan yang sebelumnya disampaikan WALHI. “Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan,” katanya.
Dirinya mengapresiasi keterlibatan para pakar dan akademisi dalam proses pengembangan kawasan EIGER Nature secara berkelanjutan. “Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini,” ujar Iwang.
Sejumlah pakar yang hadir meliputi Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si., serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. Mereka memiliki keahlian dalam botani, konservasi satwa liar, pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah, serta limbah.
WALHI Jawa Barat juga menilai berbagai perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan EIGER Nature telah dipenuhi. Dokumen tersebut mencakup perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, serta perizinan bangunan sejak pengembangan kawasan dimulai 2018.
Wahyudin mengingatkan pengelolaan lingkungan membutuhkan konsistensi jangka panjang karena EIGER Nature masih berada tahap awal. EIGER Nature, kata dia, masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang.
"Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project. Ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lain. Terutama yang ingin mengembangkan kegiatan berbasis alam secara bertanggung jawab.
“Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” ucapnya.
Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian konsep Pentahelix dalam pengelolaan kawasan. Ia mengatakan EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak.
"Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan. Apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.
Imanuel menegaskan keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi menjadi bagian penting perjalanan EIGER Nature menjaga keberlanjutan kawasan. Pihaknya percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama.
"Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia. Sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....