Pemerintah Resmikan Hunian Terjangkau di Purwakarta, Harga Mulai Rp120 Juta
- 15 Apr 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PKP dan Gubernur Jawa Barat meresmikan Hunian Warisan Bangsa sebagai solusi perumahan terjangkau
- Hunian ditawarkan mulai Rp120 juta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Barat
- Pemerintah menekankan kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat penyediaan hunian layak
RRI.CO.ID, Purwakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meresmikan Hunian Warisan Bangsa di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Hunian ini ditawarkan dengan harga mulai Rp120 juta sebagai solusi perumahan terjangkau bagi masyarakat.
Peresmian dilakukan melalui penandatanganan bersama yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pengembang pada Selasa, 14 April 2026. Proyek ini merupakan bagian dari upaya mempercepat penyediaan hunian layak di Jawa Barat.
Menteri Ara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kawasan tersebut. Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan perumahan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang memimpin dengan hati. Serta selalu mendukung program perumahan di Jawa Barat,” ujar Menteri Ara melalui keterangan tertulis pada Rabu, 15 April 2026.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta atas dukungan terhadap pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, kontribusi sektor swasta dinilai menjadi contoh nyata kolaborasi dalam pembangunan perumahan nasional.
“Terima kasih kepada James Riady yang telah berkenan menghibahkan lahan di Meikarta untuk pembangunan rusun subsidi. Ini adalah contoh nyata kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pembangunan sektor perumahan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.
“Ekosistem perumahan harus saling menghargai dan saling mendukung. Karena kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” ucapnya.
Menteri Ara menambahkan Perumahan Hunian Warisan Bangsa berpotensi menjadi model pengembangan kawasan hunian ke depan. Konsep yang diusung dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Perumahan Hunian Warisan Bangsa ini bisa menjadi contoh bagi pengembangan perumahan lainnya. Baik dari sisi kualitas, konsep, maupun kolaborasinya,” ucap Menteri PKP.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik pembangunan hunian tersebut. Ia menilai kebutuhan hunian di Jawa Barat masih tinggi sehingga kolaborasi dengan sektor swasta sangat diperlukan.
“Kami menyambut baik pembangunan Hunian Warisan Bangsa ini. Jawa Barat membutuhkan banyak hunian layak, dan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci percepatan,” ujarnya.
Salah satu penghuni, Ajeng, mengaku memilih hunian tersebut karena lokasinya strategis dan harga yang terjangkau. Rumah tipe HWB 2B yang ditempatinya dibeli sekitar Rp120 juta dengan skema cicilan sekitar Rp800 ribu per bulan selama 15 tahun.
“Saya memilih tinggal di sini karena dekat dengan tempat kerja suami. Selain itu juga dekat dengan sekolah, rumah sakit, pasar, dan masjid. Selain itu harganya juga terjangkau,” ujarnya.
Melalui peresmian ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penyediaan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....