LPA Mataram Minta Orang Tua Waspadai Anak Ingin Keluar Pesantren Tiba-tiba

  • 04 Okt 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua LPA Mataram memperingatkan orang tua untuk memperhatikan perubahan sikap anak sebagai indikator potensial adanya masalah.
  • Keinginan anak yang tiba-tiba ingin keluar dari pondok pesantren dapat menjadi tanda adanya persoalan yang sedang dihadapi anak.
  • Orang tua perlu membangun komunikasi yang aman dan terbuka agar anak merasa nyaman untuk menceritakan pengalaman dan masalahnya.

RRI.CO.ID, Mataram - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi meminta orang tua mewaspadai perubahan sikap anak. Hal tersebut terutama ketika tiba-tiba ingin keluar dari pondok pesantren.

Menurut Joko, keinginan anak meninggalkan pesantren dapat menjadi tanda adanya persoalan yang sedang dihadapi. Orang tua perlu membangun komunikasi agar anak merasa aman untuk menceritakan pengalamannya.

"Yang pertama bahwa komunikasi dengan anak menjadi sangat penting ya. Apa pun yang dikatakan anak, kita harus mendengarkan gitu loh," ujar Joko dalam dialog Pro 3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.

Joko mengatakan orang tua perlu mencari tahu alasan ketika anak meminta keluar dari pesantren. Terlebih jika sebelumnya anak terlihat nyaman menjalani pendidikan di lembaga tersebut.

"Ketika anak-anak di pondok kemudian dia meminta untuk keluar dari pondok, maka orang tua harus segera waspada. Ada apa kok dia kok pengin pengin keluar dari dari pondok," katanya.

Joko mengatakan orang tua perlu memastikan apakah keinginan tersebut berkaitan dengan persoalan yang dialami anak selama berada di pesantren. Hal serupa juga perlu diperhatikan ketika anak menunjukkan keinginan meninggalkan sekolah.

"Jangan sampai kemudian dia keluar dari pondok itu adalah karena dia mendapatkan kekerasan. Baik di pondok maupun di sekolah saya pikir sama ya ketika ada anak melakukan itu," ujarnya.

Selain membangun komunikasi, Joko meminta orang tua lebih cermat memilih lembaga pendidikan untuk anak. Menurutnya, orang tua perlu memperhatikan tata kelola pesantren dan memastikan lingkungan pendidikan memberikan perlindungan bagi santri.

Ia mengingatkan orang tua untuk mewaspadai pesantren yang memiliki tata kelola bermasalah. Termasuk terkait pemisahan asrama santri putra dan putri.

"Kita harus mewaspadai pondok-pondok yang bermasalah yang tadi, yang umpamanya tata kelolanya tidak tidak benar. Asrama putra dan asrama putri jadi satu," kata Joko.

Joko menegaskan orang tua berhak bertanya dan mengambil langkah apabila menemukan hal yang membuat mereka khawatir. Terutama terhadap keamanan dan kenyamanan anak selama berada di pesantren.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....