Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

  • 15 Sep 2026 03:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gunung Api Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa 15 September 2026 pukul 01.23 WIB.
  • masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru

RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Api Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa, 15 September 2026 pukul 01.23 WIB. Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 136 detik.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Api Semeru, tinggi kolom erupsi tidak teramati. Laporan tersebut dibuat Petugas Pengamat Gunung Semeru Sigit Rian Alfian.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 136 detik,” demikian keterangan laporan aktivitas Gunung Api Semeru.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Larangan tersebut berlaku hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai. Ketentuan itu berlaku di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Potensi bahaya tersebut dapat meluas hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tersebut.

Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Kawasan tersebut rawan terkena lontaran batu pijar.

“Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” tulis laporan tersebut.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Kewaspadaan juga diperlukan di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terjadi aliran lahar.

Masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan rawan bahaya erupsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....