Menbud Sebut Bencana Alam Jadi Ancaman Nyata Cagar Budaya Indonesia
- 14 Apr 2026 15:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan kerusakan cagar budaya akibat bencana alam nyata, dipicu posisi Indonesia di Ring of Fire.
- Dampak bencana dan perubahan iklim mengancam berbagai aset, mulai dari bangunan, situs makam, hingga manuskrip dengan tingkat kerusakan beragam.
- Pemerintah dorong penguatan sistem cagar budaya tangguh bencana untuk mitigasi risiko dan pelindungan berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan kerusakan cagar budaya akibat bencana alam merupakan ancaman nyata yang terus dihadapi Indonesia. Hal itu disebabkan karena Indonesia berada di kawasan Ring of Fire membuat wilayahnya rawan terhadap berbagai bencana alam.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut semakin diperparah dengan dampak perubahan iklim yang semakin meningkatkan intensitas bencana. "Ancaman terhadap cagar budaya bisa kita lihat nyata, bahkan pada bencana tahun lalu banyak situs yang terdampak," ucapnya saat ditemui wartawan usai seminar Cagar Budaya Tangguh Bencana yang Berkelanjutan, Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 14 April 2026.
| Baca juga: Menbud Ajak Semua Pihak Jaga Cagar Budaya |
Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak bangunan bersejarah, tetapi juga situs makam hingga manuskrip yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Ia menilai, kerusakan tersebut bisa terjadi dalam kategori ringan, sedang, hingga berat.
Selain faktor alam, ia juga menyoroti ancaman non-alam yang berasal dari aktivitas manusia. Kedua faktor tersebut dinilai sama-sama berpotensi merusak keberadaan cagar budaya sebagai aset penting jati diri bangsa.
"Jadi, memang persoalan bencana ini adalah persoalan alam. Tapi juga ada persoalan non-alam, non alam adalah ulah manusia itu sendiri," ujar Menbud Fadli.
Ia menekankan pentingnya upaya pelindungan, pelestarian, dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah meningkatnya risiko bencana di masa depan.
Selanjutnya, penguatan cagar budaya tangguh bencana jadi langkah strategis agar pelindungan tidak reaktif, tetapi bersifat antisipatif dan berkelanjutan. Demikian disampaikan oleh Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo.
Ia menyampaikan bahwa bencana kerap datang tanpa tanda, tetapi selalu meninggalkan jejak mendalam. Dalam konteks cagar budaya, yang terancam bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga sejarah dan ingatan kolektif.
"Oleh karena itu, melalui Sistem Manajemen Bencana Cagar Budaya atau Cagar Budaya Tangguh Bencana, upaya mitigasi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko. Sekaligus memastikan pelindungan jangka panjang yang berkelanjutan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....