Presiden Prabowo Ungkap Tantangan Global, Perubahan Iklim dan Kebencanaan

  • 13 Sep 2026 19:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto ungkap Presiden Prabowo Subianto tantangan global seperti perubahan iklim dan isu kebencanaan
  • Indonesia negara rawan bencana karena berada di berada kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).
  • BRICS merupakan blok ekonomi yang merepresentasikan sekitar 49% populasi dunia dan 40% produk domestik bruto (PDB) dunia.

RRI.CO.ID, New Delhi-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tantangan global seperti perubahan iklim dan isu kebencanaan. Presiden Prabowo mencontohkan Indonesia sebagai negara kepulauan, berada kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap berbagai situasi kebencanaan. Termasuk kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, hingga aktivitas gunung berapi.

“Kita berada di lingkaran Cincin Api yang paling aktif. Kita hidup setiap hari dengan kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, hingga aktivitas gunung berapi,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri sesi pertemuan bertema ‘Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth’ dalam KTT BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu, 13 September 2026.

Presiden Prabowo mengatakan negara lain juga merasakan dampak perubahan iklim dan bencana lainnya. Indonesia tidak sendirian menghadapi tantangan global tersebut.

“Indonesia tidak sendirian menghadapi tantangan ini. Negara-negara anggota BRICS lainnya dan banyak negara di Global South juga menghadapi persoalan yang saling berkaitan,” katanya.

Disisi lain, Indonesia memiliki sumber daya alam seperti mineral kritis termasuk logam tanah yang keberadaannya sangat langka. Kemudian sumber energi terbarukan untuk pengembangan teknologi bersih, hingga hutan yang menjadi bagian penting bagi kehidupan dunia.

“Kita harus melihat adanya hubungan yang erat antara ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan pembangunan nasional," kata Presiden Prabowo. Oleh karena itu, Presiden Prabowo mengajak negara-negara anggota BRICS untuk menghadapi berbagai tantangan secara kolektif .

Kerja sama tersebut dengan mengolaborasikan pengelolaan sumber daya yang sangat besar, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, serta pasar yang luas. Presiden Prabowo mengatakan BRICS merupakan blok ekonomi yang merepresentasikan sekitar 49% populasi dunia dan 40% produk domestik bruto (PDB) dunia.

Oleh sebab itu, BRICS memiliki peluang untuk meningkatkan investasi dan memperkuat industri. Guna menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta membuka peluang yang lebih baik bagi masyarakat.

BRICS sendiri telah memiliki modal besar berupa sumber daya dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Potensi tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi BRICS dalam rantai nilai global.

“BRICS pada dasarnya sudah memiliki rantai pasok. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya, sehingga kekuatan yang sudah kita miliki ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua,” ujar Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....