Orang Tua Khawatir Abu Vulkanik, SDN Anyelir 1 Pastikan Keselamatan Siswa
- 07 Sep 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala SDN Anyelir 1 Depok Dudung Badrujaman melaporkan orang tua siswa mulai khawatir dengan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Banyak orang tua siswa menghubungi pihak sekolah sejak hari Sabtu, 5 September 2026 untuk menanyakan kondisi pembelajaran di tengah bencana vulkanik.
- Pertanyaan dari orang tua datang tidak hanya kepada kepala sekolah tetapi juga langsung kepada para guru mengenai dampak abu vulkanik terhadap kegiatan belajar mengajar.
RRI.CO.ID, Depok - Kepala SDN Anyelir 1 Depok, Dudung Badrujaman mengatakan sejumlah orang tua siswa mulai khawatir sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Dudung mengatakan mereka menghubungi pihak sekolah sejak Sabtu, 5 September 2026 untuk menanyakan kondisi pembelajaran.
“Dari hari Sabtu itu sudah banyak yang menanyakan bagaimana-bagaimana. Ke saya ada, ke guru juga ada,” kata Dudung kepada RRI.CO.ID saat ditemui di SDN Anyelir 1 Depok, Senin, 7 September 2026.
Dudung mengatakan saat itu pihak sekolah belum dapat mengambil keputusan terkait kegiatan belajar mengajar karena masih menunggu arahan resmi dari Dinas Pendidikan. Sekolah baru memberikan imbauan kepada orang tua dan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan keselamatan siswa di tengah kondisi sebaran abu vulkanik. Namun, di sisi lain, sekolah juga harus memastikan hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran tetap terpenuhi.
“Pasti baik orang tua maupun kami punya tujuan yang sama, keselamatan peserta didik adalah nomor satu. Bagaimana supaya hak anak untuk belajar tidak terabaikan, tetapi keselamatan juga menjadi prioritas,” ujarnya.
Dudung menjelaskan, setelah surat resmi dari Dinas Pendidikan diterima, sekolah langsung menyampaikan informasi penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sosialisasi dilakukan melalui wali kelas masing-masing agar informasi dapat diterima dengan cepat.
Komunikasi dengan orang tua menjadi penting karena keputusan PJJ harus disampaikan dalam waktu singkat. “Kita sudah sampaikan saja tetap ada yang suka mis information, ada yang datang karena enggak lihat grup WhatsApp, tadi pagi juga ada,” ucapnya.
Untuk sementara, PJJ diterapkan pada 7 dan 8 September 2026 sesuai arahan Dinas Pendidikan. Dudung mengatakan sekolah masih menunggu pemberitahuan berikutnya mengenai keberlanjutan pembelajaran dari rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....